Pemkot Bandung: Tiga Hari Operasi, 260 Pelanggar Dikeai Sanksi

Pemkot Bandung: Tiga Hari Operasi, 260 Pelanggar Dikeai Sanksi
Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi. (yogo triastopo)

INILAH, Bandung - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung mencatat sejumlah pelanggaran yang tidak menggunakan masker, berkerumun, dan usaha tanpa izin di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Jumlah kasusnya mencapai 260 kasus dari 126 titik yang kita laksanakan selama tiga hari terhitung Kamis sampai hari Sabtu kemarin," kata Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi pada Senin (24/8/2020).

Menurut dia, dari ratusan kasus pelanggaran tersebut. Jumlah terbanyak adalah mereka yang tidak menggunakan masker. Tercatat ada sebanyak 251 kasus yang terjadi di pasar tradisional dan taman-taman kota.

"Kita melakukan pengawasan di 32 pasar tradisional, dan ditemukan 203 kasus warga tidak menggunakan  masker. Di taman, kita pantau 12 titik dan ada 30 tidak menggunakan masker, dan empat kelompok berkerumun," ucapnya.

Rasdian menambahkan, di pusat perbelanjaan, mal, dan pertokoan ada 11 pelanggaran yang terjadi yakni tidak menggunakan masker dan beroperasi tidak sesuai ketentuan. Dari 28 kafe dan tempat makan, terjadi tiga pelanggaran.

"Mereka buka di luar ketentuan, dan kita berikan sanksi penghentian kegiatan serta teguran secara tertulis. Lalu dari 40 lokasi tempat hiburan, ada satu pelanggaran yaitu buka tanpa izin sehingga kita berikan sanksi yang sama," ujar dia.

Sambung dia, Satpol PP Kota Bandung pun turut memantau pemantauan di dua titik stasiun kereta api. Hasilnya ada tujuh warga yang tidak menggunakan masker, dan mereka dikenai sanksi berupa teguran.

"Lalu kita juga melakukan  monitoring pelaksanaan pernikahan di rumah warga, dan ada satu pelanggaran. Mereka kita berikan sanksi denda sebesar Rp500 ribu," tandasnya. (yogo triastopo)