Polisi Periksa CCTV hingga Sidik Jari Usut Kasus Pencabutan Merah Putih di Garut

Polisi Periksa CCTV hingga Sidik Jari Usut Kasus Pencabutan Merah Putih di Garut

INILAH, Bandung - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat melalui Polres Garut terus melakukan penyelidikan atas kasus pencabutan paksa bendera merah putih di Wanaraja, Garut. Untuk menemukan pelaku, polisi periksa CCTV dan sidik jari pada tongkat tempat berkibarnya bendera merah putih.

"Sudah kita periksa kemudian CCTV dan tongkat untuk mengikat bendera itu sudah kita sita dan dalami," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Senin (24/8/2020).

Selain mengamankan sejumlah barang bukti, Erdi menyebutkan, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Satu diantaranya, pemilik bendera merah putih yang dicabut paksa.

"Saksi sudah beberapa yang kita mintai keterangan ya terkait dengan pemiliknya yang merasa kehilangan bendera merah-putih tersebut," ungkap Erdi.

Erdi menegaskan, kepada pelaku agar segera menyerahkan diri dan memberikan klarifikasi ke petugas kepolisian terkait perbuatannya.

"Yang bersangkutan mengambil paksa bendera itu agar segera melaporkan klarifikasi ke Polres setempat," pungkasnya.

Sebelumnya, Dalam video yang viral di media sosial, terekam bendera merah putih sedang dicabut paksa dari tiangnya itu diketahui milik H. Sobari (65). Bendera dipasang dalam memperingati HUT ke-75 RI.

Dalam video, diketahui bahwa aksi itu terjadi pada Kamis (20/8) sekitar pukul 03.37 WIB. Jumlah bendera yang dicabut tidak hanya milik H. Sobari saja. Ada setidaknya tiga bendera yang dicabut. (Ridwan Abdul Malik)