Tagihan PJU Rp2,5 M per Bulan, Dewan Desak Dishub Kab Cirebon Lakukan Efisensi

Tagihan PJU Rp2,5 M per Bulan, Dewan Desak Dishub Kab Cirebon Lakukan Efisensi
Kabid Lalin Dishub Kabupaten Cirebon, Hilman. (maman suherman)

INILAH, Cirebon - Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan efesiensi terkait pembayaran tagihan listrik Penerangan Jalan Umum (PJU). Setiap bulannya, Dishub harus membayar tagihan ke PLN sebesar Rp2,5 milliar. Sementara Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang masuk sebesar Rp5,3 milliar.

"Memang kami ditekankan supaya bisa melakukan efesiensi pembayaran tagihan PJU  ke PLN. Nilainya memang sangat besar. Sementara pajak yang masuk hanya Rp5,3 milliar. Dipotong Rp2,5 milliar untuk bayar tagihan listrik. Sebulan kita hanya mendapatkan pemasukan pajak Rp2,8 milliar," kata Kabid Lalin Dishub Kabupaten Cirebon, Hilman, Senin (24/8/2020).

Hilman menjelaskan, untuk melakukan efesiensi pihaknya akan melakukan inventarisir ulang berapa total ju.lah PJU yang ada. Sementara, Dishub saat ini mencatat ada 16.655 PJU. Jumlah tersebut total keseluruhan PJU yang masuk wilayah Jalan nasional, provinsi maupun ruas jalan Kabupaten Cirebon. Sementara untuk jumlah PJU diruas jalan Kabupaten Cirebon sendiri, tercatat ada sekitar 13 ribu PJU.

"Kita akan inventarisir ulang, berapa sebenarnya total jumlah PJU yang ada saat ini. Kita berharap, hasil inventarisir ini bisa menekan tagihan PLN. Angka Rp2,5 milliar untuk bayar PJU, itu sangat besar sekali," ungkap Hilman.

Hal senada dikatakan Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Khanafi. Pihaknya meminta agar Dishub mengecek secara benar, jumlah PJU  yang ada saat ini. Total 13 ribu PJU masih belum sesuai dengan ruas jalan  saat ini. Idealnya, dengan ada penambahan 600 ruas jalan, maka Kabupaten Cirebon harus mempunyai sekitar 35 ribu PJU.

"Jumlah ruas jalan di Kabupaten itu tidak seimbang dengan jumlah PJU. Kita masih kekurangan PJU. Terusnya lagi cara melakukan efesiensi itu banyak cara. Misalnya kalau ada PJU jalan provinsi pakai tenaga surya, PJU disebelahnya yang pakai listrik, ya dimatikan saja. Tapi kalau kita pakai tenaga surya, biayanya mahal," tukas Khanafi. (maman suharman)