PDIP Kab Bogor Apresiasi Penangkapan Terduga Pelempar Bom Molotov

PDIP Kab Bogor Apresiasi Penangkapan Terduga Pelempar Bom Molotov
Ilustrasi/Reza Zurifwan

INILAH, Bogor- Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor yang diketuai Gregorius B. Djako mengapresiasi kinerja Polres Bogor dalam menangkap terduga pelaku penyerangan atau pemboman molotov ke  Kantor PAC PDI Perjuangan Cileungsi maupun Megamendung.

"Saya mengapresiasi Polres Bogor atas penangkapan terduga pelaku penyerangan dengan bom molotov kantor sekretariat PAC PDI Perjuangan Megamendung dan Cileungsi Kabupaten Bogor," kata Gregorius kepada wartawan, Senin, (27/8).

Pria yang akrab disapa Greg ini menerangkan PDI Perjuangan menentang berbagai bentuk teror, apalagi pelemparan bom molotov adalah tindakan pengecut, dan memiliki motif ideologis. 

"Serangan ke 2 kantor PAC tersebut adalah serangan atas demokrasi, serangan terhadap kemanusiaan dan serangan atas tatanan kehidupan masyarakat yang mendambakan hidup tenteram. PDI Perjuangan sangat kokoh di dalam memegang teguh Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI,l dan kebinnekaan Indonesia. Oleh karena itu segala tindakan yang menjurus kepada merusak tatanan hidup berbangsa dan bernegara harus diberantas," terangnya. 

Pria asli Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini menuturkan bahwa sebagai korban, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor meminta kepada masyarakat untuk menghormati seluruh proses hukum yang sedang dijalankan oleh Polres Bogor dengan menangkap para terduga pelaku teror bom molotov. Oleh karena itu sebagai Badan Bantuan Hukum kami akan mengawal proses hukum dalam kasus ini, baik di kepolisian maupun di pengadilan. 

"PDI Perjuangan sangat menghormati seluruh proses hukum yang di tempuh oleh kepolisian dan mengapresiasi kerja keras kepolisian dalam mengungkap kasus teror pelemparan molotov ini," tutur Greg.

Ia juga meminta kepolisian mendalami keterangan terduga pelaku terkait motif melempar bom molotov ke 2 kantor PAC PDI Perjuangan, apakah motif ideologi,sakit hati karena PDI Perjuangan selalu menjadi partai terdepan dalam menjaga Pancasila dan NKRI atau justru tindakan teror untuk mencederai demokrasi. 

"Sekali lagi PDI Perjuangan adalah partai pemenang pemilu yang menghormati seluruh proses hukum dan sebagai pilar demokrasi tindakan melempar molotov adalah tindakan pengecut yang mencederai demokrasi itu sendiri. Oleh karenanya kasus ini perlu di kawal dan pelaku perlu diproses secara hukum untuk memberikan rasa keadilan masyarakat dan memberikan efek jera kepada para pelaku untuk tidak melakukan tindakan - tindakan yang merugikan demokrasi," tukasnya. (Reza Zurifwan)