Dibantu Pemprov Jabar, Anggaran Covid-19 Kab Cirebon Masih Aman

Dibantu Pemprov Jabar, Anggaran Covid-19 Kab Cirebon Masih Aman
Kadis Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni. (Maman Suharman)

NILAH, Cirebon - Anggaran Covid-19 yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, sampai saat ini masih aman. Atau dengan kata lain masih besar karena baru terserap sekitar 28 persen.

Anggarannya sendiri sebesar Rp33 milliar 600 juta. Baru terserap 28 persen, karena ada beberapa anggaran untuk pembelian, dibantu oleh Pemrov Jabar. Demikian dikatakan Kadis Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, usai rapat kerja dengan komosi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa (25/8/2020)

Enny menjelaskan, Dinkes bukan tidak mampu menyerap anggaran, namun ternyata beberapa alat covid-19 yang tadinya akan dibelanjakan, justru mendapat bantuan provinsi dan pusat. Padahal awalnya sudah disiapkan anggaran buat 22 ribu Swab test. Namun karena UGJ mendapatkan batuan alat, maka anggaran sampai saat ini masih aman  Alat tersebut diantaranya adalah Viral Transport Medium (VTM), serta Reagent Polymerase Chain Reaction (PCR). 

"Kita dapat bantuan VTM dan PCR dari pusat dan provinsi. Ini karena kita kerjasama dengan UGJ. Tadinya anggaran sebesar Rp33 milliar ada yang buat alokasi membeli alat itu. Tapi karena  dapat gratis, ya anggarannya tidak terpakai. Jadi bukannya kami lemah dalam penyerapan anggaran," jelas Enny.

Menyikapi semakin naiknya warga Kabupaten Cirebon yang terdeteksi positif covid-19, Enny menilai wajar. Masalahnya setiap ada warga yang dinyatakan positif, maka Dinkes langsung melakukan tracing. Dari satu yang positif, terkadang saat dilakukan tracking bisa terlacak 8 sampai 15 orang. Justru dengan begitu, Pemkab Cirebon berhasil dalam melakukan deteksi sejak awal.

"Kami sudah prediksi bahwa yang terkena covid akan semakin banyak. Memang semakin banyak kita melakukan tracking, akan semakin bertambah warga yang positif. Ini hal yang bagus karena kita terus melakukan deteksi dini untuk mencegah mewabahnya virus corona," jelas Enny.

Menyikapi hal itu, Enny meminta masyarakat terus mengikuti protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah saat ini. Pemkab tidak mungkin menahan pergerakan masyarakat, karena sudah memasukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Tinggal bagaimana masyarakat menjaga kesehatan dirinya masing-masing.

Sementara ditanya berapa biaya untuk pasien positif corona yang diisolasi di rumah sakit, Enny mengatakan bahwa semua biaya perawatan pasien covid-19, ditanggung Kemenkes. Nanti, rumah sakit tinggal mengajukan klaim, dan Kemenkes yang akan membayar semua biaya perawatan.

"Anggaran buat pasien covid-19 dirumah sakit bukan diambil dari yang Rp33 milliar, tapi ditanggung semua oleh Kemenkes. Anggaran di Dinkes tidak untuk alokasi itu," tukas Enny. (maman suharman)
Attachments area