Gawat, Kota Bogor Menuju Zona Merah Covid-19

Gawat, Kota Bogor Menuju Zona Merah Covid-19
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor- Penyebaran Covid-19 di Kota Bogor tak kunjung surut. Bahkan sedikit lagi, wilayah ini masuk kategori zona merah.

Hal itu berdasarkan hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Jawa Barat pada 17 Agustus 2020 hingga 23 Agustus 2020. Kota Bogor dikategorikan sebagai zona oranye. 

Dalam hasil evaluasi tersebut, Kota Bogor juga memiliki skor 1,81 yang menandakan sedikit lagi memasuki zona merah. "Pada level ini, transmisi lokal hingga imported case kemungkinan dapat terjadi dengan cepat," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena, Selasa (25/8/2020).

Erna menambahkan, dalam evaluasi yang diungkapkan oleh GTPP Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Pemerintah di daerah harus memantau klaster-klaster baru dan mengontrol pergerakan melalui testing dan tracking  yang agresif.

"Seluruh masyarakat terutama kelompok rentan yang berada di daerah dengan status Zona Oranye disarankan untuk tetap berada di rumah, bekerja dari rumah kecuali untuk fungsi-fungsi tertentu," tambahnya.

Erna juga menerangkan, selain itu, penumpang transportasi umum dibatasi dan wajib menerapkan protokol kesehatan. Tempat-tempat dan fasilitas umum termasuk sekolah ditutup. 

"Kegiatan bisnis hanya dibuka secara terbatas selain keperluan esensial seperti farmasi, supermarket bahan pokok, klinik kesehatan, stasiun bahan bakar dengan tetap menerapkan physical distancing," terangnya.

Sementara itu, Ketua GTPP Covid-19 Kota Bogor, Dedie Rachim mengungkapkan, data yang cukup mengejutkan. Berdasarkan hasil pendataan per Agustus, masyarakat dengan rentan umur 19 sampai 44 tahun menjadi pasien Covid-19 di Kota Bogor paling tinggi, yaitu berjumlah 129 orang atau 41,9 persen. Lalu untuk masyarakat dengan rentan umur 45 sampai 59 tahun yang terkonfirmasi positif ada sebanyak 101 orang atau 33,6 persen.

"Ini menandakan kalau masyarakat dengan rentan umur produktif paling banyak kena di Kota Bogor," tutur Dedie.

Dedie menegaskan, untuk itu, ia meminta kepada seluruh perusahaan yang ada di Kota Bogor untuk memperbaiki sistem sirkulasi udara. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi, virus Covid-19 lebih mudah menyebar di ruangan yang memiliki sirkulasi udara terpusat.

"Ini masih menjadi perhatian kami. Jadi kami akan sisir perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Bogor agar merubah sistem sirkulasi udaranya," tegasnya.

Dedie memaparkan, dirinya akan kembali mendorong diberlakukannya pembatasan pegawai yang bekerja.

"Jadi harus dibatasi lagi jumlah pegawainya. Kalau kami di Pemkot Bogor sudah membatasi 50 persen, nah kami harap perusahaan di Kota Bogor bisa mengadaptasi itu,"pungkasnya. (rizki mauludi)