Kasus Bom Molotov di Kantor PDIP Cileungsi, Polisi Ringkus Tujuh Pelaku

Kasus Bom Molotov di Kantor PDIP Cileungsi, Polisi Ringkus Tujuh Pelaku
Ilustrasi (ridwan abdul malik)

INILAH, Bandung - Polisi berhasil meringkus tujuh pelaku pelemparan bom molotov di kantor PAC PDIP Cileungsi, Bogor. Mereka diamankan di empat lokasi.

Demikian disampaikan Kapolres AKBP Roland Rolandy saat ungkap kasus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Selasa (25/8/2020).

"Dilakukan penangkapan selama dua hari dimulai pada Kamis kemarin, kemudian kita lakukan pengembangan. Untuk lokasi ada di empat lokasi, semuanya di Bogor," ucap Roland.

Roland menjelaskan, motif para pelaku melakukan pelemparan yaitu kesal atau sakit hati karena spanduk foto Habib Rizieq Sihab yang dibakar saat terjadi aksi demo di DPR pada (27/7/2020) lalu.

"Sampai dengan saat ini keterangan dari tersangka, ini karena ada emosi dari masing-masing pribadi atas awal pembakaran foto Habib Rizieq di gedung DPR RI," ungkap Roland.

Untuk diketahui, polisi menjerat ketujuh tersangka dengan dua pasal, di antaranya pasal 187 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun dan 406 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 2 tahun 8 bulan.

Berikut ini inisial dan peran dari masing-masing pelaku: AS berperan meracik molotov; M Pabuaran berperan melakukan survei dan memantau situasi di lapangan; AS berperan menyediakan tempat berkumpul atau perencanaan dan menyediakan satu sepeda motor kepada F (pelaku lainnya yang masih dalam pencarian);

Kemudian, S berperan sebagai pengendara motor Vario biru helm merah atau sepeda motor terdepan ketika aksi dilakukan; NM berperan dibonceng oleh tersangka Saefudin, sepeda motor pertama serta mencari atau membeli bensin; MRR berperan membonceng F; dan AK berperan membuat bom molotov. (ridwan abdul malik)