Kali Kedua, Pemkab Garut Anggarkan Rp7,5 Miliar untuk Masker

Kali Kedua, Pemkab Garut Anggarkan Rp7,5 Miliar untuk Masker
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Guna mencegah penyebaran Covid-19 yang masih meningkat, Pemkab Garut kembali menganggarkan dana sebesar Rp7,5 miliar untuk pembelian masker.

Sebanyak 1,5 juta masker di antaranya diperuntukkan bagi kalangan anak-anak (Raudlatul Athfal, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Diniyah, dan Madrasah Tsanawiyah).

Hal itu dikemukakan Bupati Garut Rudy Gunawan saat Apel Kesiagaan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Lapang Apel Setda Garut Jalan Pembangunan Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (25/8/2020).

"Kalau yang SMA, nanti kita bertemu dengan Bapak Gubernur, karena Bapak Gubernur. Tugas utama pemerintah adalah melindungi anak-anak yang dipersiapkan untuk bisa sekolah tatap muka," ujar Rudy.

Selanjutnya, kata Rudy, pemerintah daerah akan membeli sebanyak 500.000 masker akan diestafetkan kepada TNI/Polri, Majlis Ulama Indonesia (MUI), ormas Islam, PKK, Dharma Wanita, Pramuka, dan KONI. Masker nantinnya disebarkan ke seluruh masyarakat di masing-masing lingkungannya.

Rudy sempat menyebutkan, Pemkab Garut sebelumnya telah membagikan satu juta lebih masker yang di estafetkan masing-masing sebanyak seribu masker ke 442 kelurahan dan desa, serta 2.000 masker masing-masing untuk 42 kecamatan dan puskesmas.

Berdasarkan catatan, untuk pengadaan satu juta masker pada April 2020 itu Pemkab Garut menyiapkan anggaran dari biaya tak terduga (BTT) sebesar Rp5 miliar. Pengadaan masker tersebut diklaim melibatkan kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan dilangsungkan secara transparan.

Dalam pelaksanaannya, pengadaan satu juta masker tersebut menimbulkan pro dan kontra. Baik dalam sisi pengadaan maupun pendistribusiannya. Sejumlah UMKM protes karena ditengarai pengadaan masker tersebut hanya menguntungkan kalangan tertentu yang dekat lingkaran kekuasaan.

Menanggapi pro kontra pengadaan satu juta masker itu, Rudy sempat menjanjikan sejumlah awak media bila pihaknya akan buka-bukaan agar duduk persoalannya terang benderang. Namun hingga kini, hal tersebut tak terbukti.

"Kalau populasi penduduk Garut itu sekitar 3 juta jiwa maka dengan pengadaan satu juta masker itu setidaknya ada satu juta orang penduduk Garut mendapatkan masker dari dana APBD Garut ini. Tapi di lapangan, dari sepuluh penduduk Garut yang ditanya soal itu, belum tentu ada seorang pun menjawab menerimanya. Kebanyakan warga punya masker dari beli sendiri, atau dapat dari sumbangan non pemerintah. Lalu siapa saja yang dibagi, dan bagaimana pembagiannya ? Enggak jelas. Konon dibagikan melalui kecamatan dan desa," kata Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut Dudi Surpiyadi.

Karenanya, dia berharap, pengadaan masker untuk kali kedua itu mesti transparan dan akuntabel, terang dan terukur, serta pembagiannya berkeadilan agar tepat sasaran. Tujuan pembagian masker untuk pencegahan Covid-19 benar-benar tercapai. (Zainulmukhtar)