Dukungan Keluarga dan Teman Mantapkan Lord Atep di Pilkada Kabupaten Bandung

Dukungan Keluarga dan Teman Mantapkan Lord Atep di Pilkada Kabupaten Bandung
Lord Atep. (net)

INILAH, Bandung - Lord Atep yang maju mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Bandung dari Partai Amanat Nasional (PAN) mendampingi bakal calon Bupati Bandung dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Yena Iskandar Masoem, mengaku mendapatkan dukungan dari kawan-kawan Persib Bandung. Bahkan dukungan dari istri dan keluarga pun diraih Atep meski sebelumnya sempat meragukan.

"Kawan-kawan awalnya ragu, bahkan mereka bilang pada saya, "Maneh ludeung kitu popolitikan (Memangnya kamu berani terjun ke dunia politik)?" Saya yakinkan saya ludeung (berani) dan siap mengabdi untuk masyarakat. Setelah itu mereka gembira karena ada pemain bola yang maju jadi calon wakil bupati, dan siap membantu sekuat tenaga," kata Atep kepada inilahkoran.com, Selasa (25/8/2020).

Pria yang bernama lengkap Atep Rizal ini juga mengaku telah mendapatkan restu dan izin dari keluarga. Meski sebelumnya sempat ragu, namun setelah Atep meyakinkan, akhirnya mereka turut mendukung keputusannya.

"Istri, awalnya khawatir, kan kalau pemain sepak bola atau atlet, setelah kariernya usai biasanya buka usaha atau jadi pelatih. Saya malah terjun ke dunia politik yang sama sekali jauh dari keseharian saya. Ini sempat menjadi perdebatan juga di keluarga. Tapi akhirnya istri, orang tua, dan keluarga semuanya mendukung niat saya," ujarnya.

Atep menceritakan awal ketertarikannya maju sebagai bakal calon Wakil Bupati Bandung dari PAN. Yakni, setelah sebelumnya diajak oleh M. Mulyana untuk maju sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung dari jalur perseorangan (independen). Namun rencana tersebut kandas seiring tak terpenuhinya persyaratan yang ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebelum resmi mendampingi Ibu Yena, Atep digandeng sama Pak Haji Mulyana untuk maju dari jalur independen. Juga, sering diajak dan dilibatkan dalam event politik untuk sosialisasi karena sebagai pemain bola mungkin ada popularitas.

“Kemudian, saya juga akrab dengan lingkungan politisi, di antaranya ada Pak Erwan anak Pak Haji Umuh dan Hengky Kurniawan. Kami sering ngobrol dan mereka juga mendorong saya untuk maju. Ini yang membuat saya merasa tertantang dan terpanggil untuk bisa berkontribusi bagi masyarakat Kabupaten Bandung," kata pria yang pernah memperkuat kesebelasan Mitra Kukar itu.

Atep melanjutkan, setelah bertemu dengan Yena Iskandar Masoem, keduanya sering terlibat diskusi. Karena memiliki kesamaan visi, yakni ingin berbuat untuk masyarakat dan membangun Kabupaten Bandung menjadi lebih baik.

Selain itu, keduanya juga memiliki keyakinan jika kehadiran pasangan Yena Iskandar Masoem-Atep Rizal itu bisa membawa harapan baru bagi masyarakat yang sudah apatis terhadap calon yang murni sebagai politisi.

"Kami ingin membawa perubahan dan gebrakan untuk masyarakat Kabupaten Bandung. Saya sama Ibu Yena sama-sama punya tujuan baik," ujarnya.

Mengenai adanya keraguan seandainya pasangan ini terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati Bandung, apakah Atep bisa menjalankan roda pemerintahan. Ia mengakui jika tak memiliki pengalaman banyak soal pemerintahan.

Namun, kata dia, selama niatnya lurus untuk pengabdian yang dilandasi kejujuran, tegas, dan berani mengambil keputusan untuk kemaslahatan orang banyak, pasti bisa berjalan dengan baik. Namun tentunya juga harus didukung oleh semua elemen pemerintahan dan juga masyarakat.

"Wawasan pemain bola itu terukurlah saya akui. Tapi, yang namanya pemerintahan itu tidak lepas dari pelayanan dan pembangunan, selama punya ketegasan dan bersih pasti mampu menjalankannya," katanya.

Karena berlatar belakang olahragawan, lanjut Atep, jika suatu saat terpilih menjadi Wakil Bupati Bandung, salah satu prioritasnya adalah pembangunan di bidang olahraga. Karena memang selama ini juga Kabupaten Bandung merupakan salah satu lumbung atau penghasil bibit bibit atlet potensial. Apalagi, Kabupaten Bandung memiliki stadion dan kompleks olahraga Si Jalak Harupat yang bertaraf internasional.

"Pembangunan kepemudaan melalui olahraga menjadi salah satu prioritas kami. Apalagi Kabupaten Bandung itu kan terkenal banyak melahirkan atlet potensial dan berprestasi. Di antaranya ada pebulutangkis nasional Taufik Hidayat dan lainnya.

Selain itu, di sini juga punya klub sepak bola Persikab yang pada era 90-an cukup ternama, tapi sekarang mati suri dan itu harus dibangkitkan lagi," ujarnya.

Atep juga tak merasa khawatir jika posisinya sebagai wakil bupati, hanya dijadikan sebagai pelengkap atau ban serep saja. Karena ia bersama Yena telah menyusun dan menyepakati pembagian tugas masing-masing.

Apalagi, niat dan tujuan mereka menduduki kursi Bupati dan wakil Bupati tidak ingin memperoleh kekuasaan untuk diri pribadi dan kelompoknya. Melainkan untuk kemajuan bersama masyarakat Kabupaten Bandung.

"Saya sudah merasa cocok dengan Bu Yena. Kami punya kesamaan pandangan dan tujuan. Jadi yah intinya kerja bareng dan pembagian tugas sesuai bidang kerja masing-masing," katanya.

Dikatakan Atep, untuk memuluskan niatnya itu, sejak beberapa waktu lalu ia bersama pasangannya kompak blusukan turun langsung di tengah-tengah masyarakat. Termasuk, melakukan konsolidasi dengan para pengurus dan kader DPD PAN Kabupaten Bandung sebagai partai yang mengusungnya.

"Yah sama seperti yang lain, saya blusukan ke daerah-daerah seperti ke Pangalengan dan lainnya. Saya turun main bola bareng, datang ke UKM yang banyak tersebar di sini. Kemudian meminta restu kepada para tokoh masyarakat dan juga terus konsolidasi dengan DPD PAN Kabupaten Bandung yang memang menjadi bagian terdepan dari perhelatan pilkada ini," ujarnya. (rd dani r nugraha)