Petinggi Sunda Empire Tak Bisa Jawab Dasar dan Referensi Kekaisarannya

Petinggi Sunda Empire Tak Bisa Jawab Dasar dan Referensi Kekaisarannya
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Para petinggi Sunda Empire tak berkutik saat ditanya dasar dan referensi mereka soal keberadaan dan falsafah Sunda Empire. Mereka pun mengaku menyesal dan bersalah telah menyebarkan berita bohong soal keberadaannya.

Hal itu terungkap dalam persidangan kasus dugaan penyebaran berita bohong Sunda Empire di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (25/8/2020).

Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, tim JPU Kejati Jabar menghadirkan tiga orang terdakwa sekaligus. Mereka, yakni Raden Ratnaningrum (Kaisar), Nasri Banks (Perdana Menteri), dan Ki Ageng Rangga Sasana.

Selama persidangan tim jaksa yang berjumlah tiga orang silih bergantian bertanya kepada para terdakwa mengenai dasar keberadaan Sunda Empire. Selama persidangan sendiri para terdakwa tidak didampingi kuasa hukumnya.

Seperti yang diutarakan Kaisar Sunda Empire Raden Ratnaningrum, dia mengaku secara otomatis menjadi Kaisar lantaran merupakan keturunan langsung dari Alexander The Great. Namun, saat ditanya bukti otentiknya dia tidak bisa menjawab.

”Tidak ada (bukti), saya hanya mendengar dari orang tua saya saja,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Nasri Banks yang tak lain merupakan suami Raden Ratnaningrum. Dia mengaku mengetahui  mengenai Sunda Empire dari membaca buku sejarah. Namun, saat ditanya keberadaan buku itu sekarang dia mengaku sudah tidak ada.

”Dari buku Panggung Sejarah Dunia, hanya ada di Belanda.  Bukunya ada di Aceh (kakeknya) mungkin sudah terbawa Tsunami sekarang.” Ujarnya.

”Lalu apa bukti otentik Sunda Empire sudah ada sejak dulu,” tanya JPU.

”Banyak, ada di Pulogadung tugunya, Gedung Sate, dan Biofarma itu WHO,” kata Nasri Banks. Majelis yang mendengar pernyataan Nasri Banks hanya geleng-geleng kepala.

Ia menjelaskan, Sunda Empire itu bukan kaisar melainkan kekaisaran. Tidak membutuhkan tempat, karena semua negara menginduk kepadanya. Seperti  yang terterda dalam emblem seragam Sunda Empire.

”Di sini tertulis extra teritorial yang artinya wilayah yang tak terbatas,” katanya sambll menunjukan emblem yang ada di lengan sebelah kiri Kiageng Rangga Sasasana.

Di persidangan semua pernyataan yang dilontarkan para petinggi Sunda Empire diluar nalar akal sehat. Bahkan, mereka memiliki bank sendiri, dan telah memberikan pinjaman ke Australia 1,5 juta USD, selain itu dana sumbangan yang diberikan untuk Tsunami Aceh itu bersumber dari dana Sunda Empire.

Akhir persidangan JPU pun menanyakan kepada para terdakwa apakah menyesali perbuatan dan mengaku bersalah. Nasri Banks mengaku tetap konsisten pada pendiriannya mengenai Sunda Empire.

Sementara Kiageng Rangga Sasana mengaku menyesal bukan karena berdirinya Sunda Empire. Tapi kenapa permasalahan ini masuk ke ranah hukum, padahal masih bisa dimusyarawahkan secara edukatif.

”Saya menyesal kenapa ini jadi ramai. Kan tidak ada yang dirugikan, tidak ada saling membunuh,” ujarnya. (Ahmad Sayuti)