Wapres Harap Syariah LinkAja Bagian Solusi, Putus Penyebaran Covid-19

Wapres Harap Syariah LinkAja Bagian Solusi, Putus Penyebaran Covid-19
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. (antara)

INILAH, Jakarta - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyampaikan uang elektronik berbasis aplikasi seperti layanan Syariah LinkAja diharapkan menjadi bagian solusi untuk memutus penyebaran Covid-19.

"Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, LinkAja syariah harus dapat menjadi bagian dari solusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui penggunaan uang elektronik," ujar Wapres Ma'ruf Amin dalam sambutannya pada acara Perayaan Tahun Baru Islam 1442 H dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Layanan Syariah LinkAja di Jakarta, Selasa.

Maka itu, lanjut Wapres, integrasi dengan market place harus terus dilakukan lebih masif yang akhirnya turut menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat melalui transaksi online yang cepat dan aman.

"Selain digunakan pada fasilitas-fasilitas umum seperti gerbang tol, pom bensin (SPBU), transportasi publik, layanan digital Syariah LinkAja juga dapat dimanfaatkan oleh komunitas masyarakat seperti pesantren, organisasi masyarakat muslim seperti NU, Muhammadiyah dan ormas lainnya, serta lembaga-lembaga amil zakat dan wakaf," papar Wapres.

Wapres mengharapkan layanan Syariah LinkAja bermanfaat secara luas dan tidak bersifat eksklusif yang hanya dimanfaatkan umat muslim saja, tapi juga oleh masyarakat secara umum sehingga dapat mempercepat inklusi keuangan syariah sebagai alat peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Dalam kesempatan sama, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo mengatakan ekonomi syariah diharapkan dapat bangkit melalui inovasi dan digitalisasi agar dapat berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pemanfaatan teknologi digital telah menjadi kebiasaan baru di berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia yang cepat atau lambat mulai bertransformasi menjadi gaya hidup tersendiri," katanya.

Digitalisasi ekonomi syariah, lanjut dia, perlu diperkuat dengan optimalisasi analisis data sehingga tercipta ekosistem ekonomi syariah digital yang baik dan dapat mendukung perumusan kebijakan yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, peningkatan kesejahteraan umat, serta tumbuhnya keuangan syariah dan industri halal yang semakin luas. (antara)