Urusan Parkir Doang, Mahasiswa Bandung Menabrakkan Mobilnya

Urusan Parkir Doang, Mahasiswa Bandung Menabrakkan Mobilnya
foto: INILAH/Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung- Diduga melakukan perusakan. Seorang mahasiswa di Bandung, M Satryo Prawinda didakwa pasal 406 KUHPidana. Penyebabnya sepele. Hanya gara-gara urusan parkir,

Sidang dipimpin Sulistyo berlangsung di ruang empat Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (25/8/2020). Sidang beragendakan meminta keterangan saksi, dan salah satunya saksi pelapor Susilawati.

Dia pun menceritakan awal kejadian tersebut setelah pulang kuliah dan mampir sebentar untuk makan di sebuah Cafe di kawasan Sawung Galing Kota Bandung.  Mobilnya yang terparkir mengahalangi mobil si pelaku dan ditabrakan.

”Mobil si pelaku ini mau keluar, tapi malah menabrak-nabrakan mobil saya, saya dan teman-teman saya melihat langsung karena jarak tempat saya duduk dengan mobil yang diparkir sangat dekat.  Padahal sama keamanan di cafe sudah mau diatur tapi dia malah menabrak-nabrakan mobilnya ke mobil saya, disaksikan teman saya," ujar Susilawati di persidangan.

Bukannya minta maaf, lanjutnya, terdakwa langsung melarikan diri. Karena kejadian tersebut dilihat secara langsung. Susilowati pun sempat mendapatkan foto plat nomornya, dan langsung mencari sesuai dengan alamat yang bersangkutan.  Namun, tidak ada itikad baik, dan bertemu di kepolisian.

Ditanya majelis apakah sudah ada upaya perdamaian, Susilowati menjawab hingga perkara ini masuk ke persidangan sama sekali tidak ada itikad baik dari terdakwa. Sekalipun, pelaku sempat meminta kwitansi perbaikan mobil untuk proses ganti rugi.

‎"Saya ini perempuan yang mulia. Minta dihargai. Tidak diperlakukan seperti ini.  Ini bukan soal ganti rugi. Ini soal perbuatan, soal prilaku dia yang dengan sengaja merusak mobil saya dan saya minta keadilan. Proses hukum tetap berjalan,"  ujarnya.

Sulistyo sempat mengatakan bahwa meski berdamai, bukan berarti proses hukum dihentikan.  ‎Suasana sidang sempat diwarnai tertawaan saat hakim menanyakan hubungan korban dan pelaku. 

"Wah enggak ada atuh, pelaku mah masih brondong,"ucap Susilawati, disambut tawa pengunjung sidang. 

‎Di persidangan, Sulistyo menanyakan pada terdakwa soal perbuatannya yang menabrak-nabrakan mobilnya pada korban. Namun, terdakwa sama sekali tidak mengakuinya. Sulistyo pun meningatkan terdakwa bahwa pengakuan dan kejujuran terdakwa bakal meringankan hukuman.

"Saya ingatkan, kejujuran dan pengakuan terdakwa di persidangan, tidak berbelat-belit itu bakal meringankan hukuman,"  ujarnya. (Ahmad Sayuti)