Budiman Sudjatmiko Tawarkan Trisakti ABC untuk Kaum Muda

Budiman Sudjatmiko Tawarkan Trisakti ABC untuk Kaum Muda
Politikus Budiman Sudjatmiko. (antara)

INILAH, Jakarta - Politikus Budiman Sudjatmiko menawarkan satu gagasan untuk kaum muda menyambut 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045 yang dinamakannya Trisakti ABC.

"Saya tawarkan Trisakti ABC dengan merujuk pada konsepsi Trisakti Bung Karno," kata Budiman Sudjatmiko dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.

Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi daring bertajuk Seabad Kita Merdeka: Menggagas dan merancang Indonesia 2045, Selasa (25/8).

Forum diskusi daring itu dimoderatori Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, dan dihadiri para narasumber kenamaan lintas bidang, seperti Sarwono Kusumaatmadja, Komaruddin Hidayat, Karlina Supelli, dan Bivitri Susanti.

Menurut dia, gagasan tersebut diperuntukkan utamanya agi kaum muda yang saat ini tengah mencari tawaran alternatif tentang masa depan negeri. Ia menjelaskan bahwa konsep Trisakti ABC mencakup tiga ide penting yang terdiri atas 3A (alami, asasi, abadi), 3B (berdana, berdata, berdaya), dan 3C (cinta, cita, cipta).

Lebih terperinci, Budiman menjelaskan bahwa 3A terkait dengan gerakan selaras dengan alam, pemerataan akses ekonomi, dan keberlanjutan.

Adapun 3B terkait dengan penghasilan masyarakat yang mencukupi, terjaminnya hak atas data, dan akses pengembangan diri, sedangkan 3C berhubungan dengan kemunculan generasi kaya ide-ide futuristik dan kemampuan menciptakan inovasi yang dipersembahkan kepada masyarakat luas.

Ikhtiar merancang Indonesia 2045, kata Budiman, bukan semata seremonial, melainkan mesti menjadi sebuah gerakan bersama.

Terlebih, kata dia, pada era Industri 4.0 Indonesia masih punya peluang untuk menjadi pemain penting dalam artificial intelligence, quantum computer, dan block chain pada masa depan.

Budiman menggarisbawahi bahwa ide Trisakti ABC tersebut pada gilirannya bertujuan untuk menyelamatkan manusia serta kemanusiaan melalui pengetahuan dan kesejahteraan.

"Sebelum kita membeli produk teknologi, kita berpikir jangan-jangan kita bisa membuatnya. Membuat dengan tujuan, cinta, cita-cita, dan apa yang bisa kita ciptakan," kata Budiman. (antara)