BNNP Jabar Musnahkan Narkotika Hasil Pengungkapan Selama Pandemi

BNNP Jabar Musnahkan Narkotika Hasil Pengungkapan Selama Pandemi
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dan ganja. Barang bukti tersebut, merupakan hasil tangkapan tim BNN Jabar periode Juni-Agustus 2020.

Pemusnahan sendiri dilakukan dengan dua cara, untuk narkotika jenis sabu-sabu dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam cairan, sementara ganja dimasukkan ke dalam mesin insinerator. Total barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 10 kilogram sabu dan 54 kilogram ganja

"Ada enam perkara dengan sembilan tersangka yang ditangani BNN Jabar. Seluruh perkara narkotika yang akan dimusnahkan pada hari ini perkaranya dalam proses penyidikan," ucap Kepala BNN Jabar Brigjen Sufyan Syarif di Kantor BNNP Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Rabu (26/8/2020).

Sufyan mengungkapkan, selama pandemi Covid-19 peredaran narkotika di Jawa Barat meningkat di wilayah di Jawa Barat. Bahkan, hingga saat ini pengungkapan narkotika jenis sabu-sabu ditengah pandemi Covid-19 sudah mencapai angka 1 ton.

"Jadi bisa kita hitung dari pengungkaan dari Mabes Polri dan BNN di wilayah Jawa Barat sudah 1 ton lebih sabu yang terungkap. Perlu kita maknai adanya peningkatan supply di saat pandemi ini," ungkap Sufyan.

Sufyan menyebutkan adanya peningkatan dalam sisi supply narkotika di Jawa Barat, berimbas pada peningkatan jumlah pengguna dan permintaan narkotika.

"Kalau peredaran bertambah, jumlah barang masuk bertambah suplainya, pasti demand (permintaan) juga menganga ini, ini sudah teori sebab akibat," ujar Sufyan.

Meski begitu, Sufyan menegaskan, pihaknya telah memiliki komitmen untuk melakukan upaya pemberantasan pada sisi supply (pasokan) narkotika agar tidak dapat beredar bebas di Jawa Barat.

Namun, petugas tidak bisa bekerja sendirian dalam hal pencegahan penggunaan narkotika. Dibutuhkan, kepedulian masyarakat untuk ikut andil dalam pemberantasan narkotika. Salah satunya dengan melakukan pengawasan keluarga terdekatnya agar terlindung dari narkotika.

"Ada dua upaya satu pemberantasan yang dilakukan petugas bea cukai, TNI-Polri, BNN itu kami sudah komitmen tidak ada pandang bulu dan tidak ada ampun, tapi itu dari supply," tutur Sufyan

"Demand nya pun harus bisa dicegah, dikurangi, disembuhkan, demain itu pengguna nya kebutuhannya nah itu tugas kita bersama baik pemerintah daerah maupun masyarakat," sambungnya.

Ditemui ditempat yang sama, Aspidum Kejati Jawa Barat Dwi Hartanta mengatakan, perkara narkotika paling tinggi yang masuk ke kejaksaan. Dia berharap peran seluruh elemen masyarakat bisa mencegah adanya peredaran narkotika.

"Perkara narkotika yang masuk sangat tinggi. Dari 100 persen, 60 persennya sendiri adalah perkara narkotika, kasusnya dari pengedar, yang menguasai, dan pengguna," pungkasnya.

Untuk diketahui, dari total barang bukti yang disita dan dimusnahkan hari ini, BNN menyebut telah bisa menyelamatkan 428.008 warga Jawa Barat dari bahaya narkotika. (Ridwan Abdul Malik)