Musim Kemarau, Penyakit ISPA di Purwakarta Mulai Mengintai

Musim Kemarau, Penyakit ISPA di Purwakarta Mulai Mengintai
net

INILAH, Purwakarta – Musim kemarau telah menunjukan tanda-tandanya. Jajaran Pemkab Purwakarta pun tak bisa tinggal diam. Mengingat, di musim kering ini kerap bermunculun ancaman. Dari mulai ancaman kekeringan, krisis air bersih hingga timbulnya penyakit musiman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta Deni Darmawan tak menampik terkait hal itu. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) biasanya menjadi salah satu penyakit yang timbul dan menyerang di kala musim kering seperti ini. Perubahan cuaca menjadi salah satu faktor penyebabnya.

“Memang, kalau memasuki musim kemarau seperti ini ada beberapa penyakit yang harus diantisipasi. Di antaranya, ISPA, diare, termasuk demam berdarah dengue,” ujar Deni saat dihubungi INILAH melalui selulernya, Rabu (26/8/2020).

Untuk ISPA, kata dia, udara yang kering dan debu yang terbawa angin menjadi salah satu penyebabnya. Memang, kendati bukan penyakit yang masuk kategori berat dirinya meminta warga supaya tetap waspada terhadap penyakit ini. Apalagi, penyakit ISPA ini mudah menular melalui udara.

“ISPA bisa disebabkan karena paparan debu. Masyarakat yang berada di lingkungan gersang, itu biasanya mudah terpapar penyakit tersebut,” jelas dia.

Dia pun mengimbau masyarakat supaya selalu menggunakan masker jika keluar rumah untuk mengurangi serangan ISPA karena debu. Selain itu, warga pun harus bisa menjaga daya tubuhnya masing-masing agar bisa kuat melawan berbagai macam penyakit.

Tak kalah penting, masyarakat pun diimbau supaya lebih memerhatikan kebersihan diri dan lingkungannya. Apalagi, penyakit tersebut itu timbul oleh tiga faktor. Yakni, daya tahan tubuh yang lemah, lingkungan kotor, serta kuatnya virus penyebab ISPA itu sendiri.

“Pesan kami, hindari kontak langsung dengan warga yang sudah terserang ISPA. Virus ISPA ini cepat sekali menularnya. Apalagi, saat cuaca panas seperti sekarang ini,” tambah dia.

Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, juga mulai mengawasi puluhan desa di 10 dari 17 kecamatan di musim kemarau ini. Pasalanya, wilayah-wilayah tersebut merupakan daerah rawan kekeringan. Terutama, yang menyangkut kebutuhan air bersih.

“Saat ini, kami sudah mulai mengawasi wilayah-wilayah yang rawan kekurangan air. Alhamdulillah, sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya warga yang telah mengalami kekeringan,” ujar Kepala DPKPB Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono. (Asep Mulyana)