Bayar PBB di Kota Bandung Bisa dengan Sampah

Bayar PBB di Kota Bandung Bisa dengan Sampah
Foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Kabar gembira bagi wajib pajak di Kota Bandung. Masyarakat, kini bisa membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) hanya dengan menggunakan sampah.

Program membayar PBB dengan sampah ini merupakan inovasi hasil kolaborasi Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Kecamatan Mandalajati, program bank sampah, dan BJB.

Namun, Wali Kota Bandung Oded M Danial menagatakan program ini baru dilaksanakan di Kecamatan Mandalajati. Inovasi tersebut sebagai upaya membangun Bandung dengan kemandirian.

“Saya melihat inovasi dan kolaborasi ini bagian dari upaya menghadirkan pembangunan di Kota Bandung dengan kemandirian,” kata Oded di Kantor Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (26/8/2020). 

Dia optimistis program bank sampah ini sudah banyak dilaksanakan di masing-masing kewilayahan. Program tersebut terlaksana hasil kolaborasi. 

“Kalau bicara bank sampah sudah banyak di masing-masing kewilayahan. Bentuknya kolaborasi,” ucapnya. 

Atas hal tersebut, Oded mengaku berikan keleluasaan untuk berinovasi setiap kewilayahan. Asalkan inovasi tersebut memiliki nilai ekonomi serta bermanfaat bagi warga.

“Sampah diolah dan bernilai ekonomi. Hasilnya untuk membayar PBB. Mudah-mudahan kecamatan lain mengikutinya,” ujar dia. 

Sementara itu, Kepala BPPD Kota Bandung Arief Prasetya mengatakan, para nasabah mengumpulkan sampah ke bank sampah kemudian petugas dihitung nilai uang ekonomis per kilogramnya.

Selanjutnya, pembayaran uang hasil menjual sampah ke bank sampah diberikan kepada nasabah melalui transfer menggunakan aplikasi dan nasabah bank sampah berjumlah 400 orang didaftarkan menjadi nasabah BJB.

“Dana yang ada dalam aplikasi akan didebet oleh bank untuk pembayaran PBB dan jika kurang akan diberikan notifikasi,” kata Arief. 

Menurutnya, pilihan membayar PBB dengan sampah bisa dimanfaatkan berbagai kalangan dengan tujuan meringankan dan memudahkan di masa pandemi Covid-19 dan menjadi pilihan bagi Wajib Pajak. 

"Warga di luar Kecamatan Mandalajati pun dapat memanfaatkan pilihan alternatif membayar PBB dengan sampah," ucapnya. (Yogo Triastopo)