E-RDKK Jadi Acuan PKC Salurkan Pupuk Bersubsidi

E-RDKK Jadi Acuan PKC Salurkan Pupuk Bersubsidi
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Wabah virus corona telah memukul semua sektor usaha. Namun, PT Pupuk Kujang Cikampek tetap dituntut untuk menjamin produksi dan distribusi pupuk berubsudi secara lancar dan tepat. Hal itu, guna mencukupi kebutuhan petani akan pupuk di musim tanam nanti.

Manager Komunikasi PT Pupuk Kujang Cikampek Fitria Ratu Pagih menuturkan, kebutuhan pupuk untuk pertanian dipastikan akan meningkat di pergantian musim (kemarau ke hujan) mendatang. Apalagi, kondisi tersebut berbarengan dengan awal musim tanam rendeng.

Dengan begitu, sebagai produsen pupuk perusahaannya memastikan, ketersediaan pupuk bersubsidi untuk musim tanam mendatang cukup aman. Apalagi, stok pupuk yang tersedia di gudang pabrik maupun gudang lini III (tingkat kabupaten) masih surplus. Stok urea, untuk Jawa Barat Banten dan sebagian Jawa Tengah mencapai 123.151 ton atau 1.186 persen dari ketentuan.

“Untuk wilayah Karawang, stok pupuk urea bersubsidi yang ada di gudang lini III sampai dengan 24 Agustus 2020 mencapai 1.691 ton atau 127 persen dari ketentuan Distan sebesar 1.335 ton. Adapun realisasi penyaluran wilayah Karawang untuk pupuk urea mencapai 38.225 ton atau 110 persen dari ketentuan,” ujar Fitria dalam rilis yang diterima INILAH, Kamis (27/8/2020).

Selain Urea, lanjut dia, di gudang lini II Karawang juga ada stok untuk NPK Phonska sebanyak 21.040 ton atau 103 persen dari ketentuan. Sedangkan untuk stok pupuk Petroganik tersedia sebanyak 626 ton dan penyaluran pupuknya sebanyak 5.514 ton atau 97 persen dari ketentuan. Ketersediaan stok pupuk yang cukup banyak ini, guna memersiapkan musim tanam.

Dia menjelaskan, sejauh ini pihaknya aktif memonitor penyaluran pupuk bersubsidi ini. Supaya, pupuk tersebut bisa sampai ke petani dengan prinsip, tepat tempat, tepat harga, tepat jumlah, tepat mutu, tepat jenis dan tepat waktu.

Adapun kuota pupuk subsidi, kata dia, hanya diperuntukan bagi kelompok tani sesuai alokasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diinput ke dalam sistem dengan basis NIK melalui E-RDKK. Jadi, data diri sebagai kelompok tani dalam E-RDKK sangatlah penting. Karena, itu menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan alokasi subsidi untuk para petani di setiap wilayah. Sehingga sasaran penerima pupuk subsidi akan tepat sasaran sesuai kebutuhannya.

“Kami harapkan semua petani di wilayah tanggung jawab kami sudah terdaftar dalam E-RDKK. Bagi yang tidak terdaftar dalam E-RDKK, Pupuk Kujang tetap menyediakan pupuk non subsidi untuk para petani. Di antaranya produk Urea nonsubsidi, yaitu Nitrea, produk NPK non subsidi yaitu NPK 30-6-8 dan Organik non subsidi yaitu Excow,” tambahnya.

Fitria menambahkan, dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan pihaknya bekerjasama dengan stakeholder dan masyarakat yang aktif dalam memonitoring penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan. Saat ini, kios resmi yang tersebar di wilayah Karawang sebanyak 220 kios. Tidak hanya untuk wilayah Karawang saja tetapi bagi wilayah di Jabar, Banten dan sebagian Jawa Tengah yang menjadi tanggung jawab Pupuk Kujang.

“Jadi, kami pastikan stok pupuk aman dan petani dapat tenang saat pengolahan lahan pada musim tanam nanti. Namun perlu diingat juga, alokasi pupuk bersubsidi tergantung pada data petani di E-RDKK yang diinput,” pungkasnya. (Asep Mulyana)