Kebangkitan UMKM Kota Bogor dari Teras Surken

Kebangkitan UMKM Kota Bogor dari Teras Surken
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor- Kebangkitan UMKM Kota Bogor akan bermula dari Teras Surken. Soal kuliner di sini, apapun ada dan bisa.

Wali Kota Bogor Bima Arya meresmikan pusat kuliner Teras Surken di Jalan Bata, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (27/8). Teras Surken adalah lokasi program pemulihan sektor perekonomian dengan merangkul para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Bogor.

Saat peresmian Bima Arya didampingi Wakil Walikota Dedie A Rachim, Forkopimda dan sejumlah pihak yang bekerja sama dalam perwujudan Teras Surken di antaranya Perumda Pasar Pakuan Jaya, Bank BJB, Teh Botol Sosro dan lainnya.

Bima Arya mengatakan, di lokasi yang sudah dibangun dengan maksimal dan sesuai rencana ini, nanti Teras Surken diisi pedagang-pedagang yang sudah berjualan di Suryakencana selama puluhan tahun. Semua makanan kuliner yang disajikan sangat legendaris dan sudah dikenal warga Kota Bogor secara turun-temurun.

“Menata wilayah dengan kebijakan relokasi tanpa menggusur. Jadi trotoar dibersihkan sepanjang Surken, tetapi kuliner lagenda yang puluhan tahun itu kami relokasi, kami sediakan ke tempat yang lebih layak. Alhamdulillah, setelah proses yang cukup lama mereka bersedia di sini. Insya Allah lebih ramai lagi. Karena lebih nyaman,tidak kehujanan, lebih bersih, serta sehat juga,” ungkap Bima.

Dia menambahkan, Teras Surken ini baru tahap awal penataan kawasan Suryakencana. Ke depan, ada tujuh koridor Gang Roda di sepanjang Jalan Suryakencana yang bisa dijadikan pusat kuliner maupun UMKM, juga kerajinan.

“Masih ada koridor yang nanti bisa digarap, dijadikan tempat seperti ini. Ke depan, kami juga akan menata Lawang Saketeng dan Jalan Pedati dengan konsep UMKM. Ini semua dalam rangka membangkitkan sektor ekonomi kami,” tambahnya.

Bima memaparkan, untuk pembayaran, Pemkot Bogor menyiapkan cashless atau non tunai. Ini bagian dari literasi digital generasi keuangan di Kota Bogor. 

“Tetapi pas budget pas pandemi, jadi lebih relevan sekarang. Warga dibiasakan nantinya belanja di sini sebagian besar cashless,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Muzakkir menyatakan, dengan adanya Teras Surken ini bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Bogor. Karena sudah lebih 30 tahun para pedagang kaki lima (PKL) berjualan di Suryakencana secara data yang didapat mereka tidak membayar pajak. Ia menyebut ada 38 pedagang yang mengisi tempat tersebut.

“Ini baru tahap pertama. Untuk tahap kedua kita siapakan nanti di tujuh koridor. Di sini kami tidak sewakan, semua pedagang gratis, hanya membayar biaya service saja,” pungkasnya. (Rizki Mauludi)