Nggak Kapok,Jamal Preman Pensiun Diciduk Polisi Gara-gara Narkotika

Nggak Kapok,Jamal Preman Pensiun Diciduk Polisi Gara-gara Narkotika
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Seolah tidak kapok terbelit kasus narkotika, artis sitkom Preman Pensiun Zulfikar alias Jamal kembali diciduk aparat. Jamal kembali ditangkap Satnarkoba Polrestabes Bandung karena kedapatan mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

"Tim sat narkoba Polrestabes Bandung melakukan penangkapan kasus narkoba terhadap tersangka inisial AA dan Z alias Jamal," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya saat ungkap kasus di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (28/8/2020).

Ditemui ditempat yang sama, Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Irfan Nurmansyah menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari ditangkapnya tersangka AA di kasawan Arcamanik Kota Bandung. Pada saat itu, AA baru saja mengambil paketan sabu yang dibeli dari pelaku lainnya DD yang masih DPO.

""Dilakukan penangkapan terhadap saudara AA pada saat ditangkap didalam penguasaanya ditemukan 1 (satu) bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu yang telah diambil dari lokasi tempelan," ungkap Irfan.

Setelah dilakukan pengembangan, AA mengakui bahwasannya dirinya pernah menjual juga kepada Z alias Jamal. Kemudian, Polisi pun melakukan penangkapan terhadap Jamal di Indekostnya di kawasan Cisaranten, Kota Bandung.

"Pengakuan tersangka AA sebelumnya juga telah menjual sabu ke seorang seniman sodara Z alias Jamal pada hari Senin tanggal 23 Agustus 2020 seharga Iima ratus ribu rupiah, sehingga ditangkaplah Jamal di kosantnya," tutur Irfan.

Didalam kamar Jamal, lanjut Irfan, polisi menemukan sebuah bong (alat hisap sabu) sebagai barang bukti. Kemudian, saat dilakukan tes urine Jamal terkonfirmasi positif methamphetamine (sabu).

"Ditemukan alat hisap sabu (Bong) sedangkan sabu sudah habis digunakan sendiri oleh sodara Jamal dan ketika dilakukan test urine hasilnya positif methamphetamine (sabu)," ungkap Irfan.

Atas kasus tersebut, polisi menjerat AA dan Z alias Jamal dengan pasal 112 ayat (1) danl atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 009 tentang Narkotika. Pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas tahun.

Untuk diketahui sebelumnya, Zulfikar alias Jamal juga sempat berurusan dengan hukum terkait penyalahgunaan narkotika pada Juli 2019. Pada saat itu, Jamal mengajukan rehabilitasi dan baru saja selesai menjalani masa rehabilitasi pada bulan Maret 2020. (Ridwan Abdul Malik)