Di Cirebon, Razia Masker Susuri Perkampungan

Di Cirebon, Razia Masker Susuri Perkampungan
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Guna memastikan kesadaran masyarakat akan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, Tim Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Cirebon kembali menggelar razia masker. Razia dilakukan karena lonjakan kasus Covid-19 hingga kini terus naik.

Pantauan di lapangan, tim gabungan kembali melakukan razia masker. Kali ini yang disasar adalah perkampungan meliputi wilayah kecamatan Beber dan Greged, Jumat (28/8/2020).

Puluhan pengendara kedaraan roda dua dan  empat hingga pejalan kaki, terkena razia. Mereka diberikan edukasi serta pemahaman akan bahaya covid-19. Petugaspun memberikan masker secara cuma cuma. Tidak itu saja, mereka dilakukan pengecekan dengan metode rapid test.

Ketua Tim III Penegakan Protokol Kesehatan Wilayah Timur Suprayitno menilai, kesadaran masyarakat memang masih kurang. Tidak hanya di perkotaan, namun masyarakat di wilayah pelosok pun dirasa belum sadar betul akan pentingnya mengunakan masker.

"Kami melihat masyarakat memang kurang patuh akan protokol kesehatan. Untuk itu kami bersama TNI Polri melakukan razia ini," kata Suprayitno.

Menurutnya, kegiatan razia masker merupakan penegakan disiplin sanksi ringan. Sebelum diberikan masker, mereka yang melanggar ada yang minta membacakan teks Pancasila ada juga  yang diminta disuruh push up. Hal itu dilakukan, untuk memberikan efek jera berupa sankai membayar denda.

"Nanti ke depan akan ada sanksi bayar denda. Ini sebagai bentuk pelanggaran berat," ungkapnya.

Suprayitno menambahkan, razia juga dilakukan tidak hanya dijalan, namun mendatangi kawasan wisata, rumah makan dan perhotelan. Hal itu dilakukan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan apakah sudah dijalankan maksimal ataupun belum. Tujuannya, hanya untuk bisa memberikan edukasi pada masyarakat agar bisa  sadar terhadap 3M, yakni mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga kesehatan di masa pandemi ini.

"Kita hanya memberikan edukasi ke masyarakat betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan," tukasnya. (Maman Suharman)