Dua Pekan ke Depan, Pemkot Bogor Terapkan PSBMK

Dua Pekan ke Depan, Pemkot Bogor Terapkan PSBMK
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Terhitung mulai 29 Agustus-11 September 2020, Pemkot Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK). Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, penetapan status itu setelah daerahnya masuk ke zona merah.

"Dengan memberlakukan PSBMK, wilayah RW yang merah akan dibatasi aktivitasnya atau semi lockdown," kata Bima di teras Balai Kota Bogor, Jumat (28/08/2020).

Menurutnya, dari 797 RW di Kota Bogor itu sebanyak 104 RW masuk zona merah. Daerah berisiko tinggi itu didominasi wilayah di Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Utara.

Dia menuturkan, pembatasan mikro itu mengharuskan warga di RW zona merah tidak beraktivitas di luar ruangan atau berkerumun. Termasuk membatasi kegiatan sosial keagamaan yang pengawasannya melibatkan babinsa, bhabinkamtibmas, ASN, Kelurahan, Kecamatan dan RW siaga.

"Boleh beraktivitas kalau untuk kesehatan dan pangan. Jadi masih boleh bekerja tapi tidak boleh berkerumun atau nongkrong. Jadi bukan berarti lockdown total," terangnya.

Selain itu, Pemkot Bogor akan melibatkan lebih aktif lagi komunitas-komunitas yang tidak terjangkau RW seperti perkantoran, tempat usaha dan lain-lain untuk mengawasi protokol kesehatan.

"Saya menilai, saat ini warga Kota Bogor masih kurang disiplin dalam menjalani protokol kesehatan. Dalam dua pekan terakhir lebih dari 10 orang terkonfirmasi positif baru meminta kepada warga untuk memberikan aduan apabila ada pelanggaran atau kasus positif, OTG yang lolos lewat aplikasi Si Badra. Silahkan laporkan di sana. Akan direspons cepat," bebernya. (Rizki Mauludi)