Walmart Gabung dengan Microsoft Akuisisi TikTok

Walmart Gabung dengan Microsoft Akuisisi TikTok
istimewa

INILAH, Bentonville - Perusahaan ritel raksasa Walmart menyebut bahwa mereka akan bergabung dengan Microsoft dalam upaya untuk mendapatkan aset perusahaan media sosial TikTok di AS.

Rencana tersebut diungkapkan selang beberapa jam setelah Kevin Mayer mengundurkan diri dari posisi CEO TikTok. Mantan pimpinan Disney tersebut meninggalkan TikTok setelah tiga bulan bergabung dengan aplikasi video berdurasi singkat tersebut.

TikTok kini berada di tengah negosiasi untuk menjual operasionalnya di AS ke Microsoft dan Oracle.

Perusahaan pemilik TikTok, ByteDance, berencana untuk memasuki pembicaraan eksklusif dengan mereka dalam 24 hingga 48 jam ke depan, dan menandatangani kesepakatan pada 15 September 2020, menurut sumber Reuters yang mengetahui masalah tersebut.

Meski demikian, pihak ByteDance menolak berkomentar.

Penjualan TikTok terjadi karena perusahaan asal China tersebut mendapat kecaman dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump karena dianggap berisiko mengancam keamanan nasional terkait data pribadi pengguna.

Pemerintah Trump meminta ByteDance, yang memiliki TikTok secara global, menjual operasionalnya di AS. Awal pekan ini, TikTok menggugat kebijakan yang secara efektif melarang beroperasinya TikTok di AS.

Sementara itu, Walmart memuji integrasi TikTok dengan e-commerce dan kemampuan periklanan di pasar lainnya. Perusahaan retail itu mengatakan bahwa kemitraan tiga arah dapat membawa integrasi itu ke AS.

Kesepakatan itu akan membantu Walmart menjangkau pelanggan di seluruh saluran penjualan virtual dan fisik, serta mengembangkan pasar online dan bisnis periklanannya. Saham Walmart dilaporkan naik 6 persen.

"Kami yakin bahwa kemitraan Walmart dan Microsoft akan memenuhi harapan pengguna TikTok AS sekaligus memenuhi kekhawatiran regulator pemerintah AS," ujar juru bicara Walmart, seperti dilansir Reuters. (inilah.com)