Hujan Interupsi dalam Rapat Paripurna DPRD Kab Cirebon

Hujan Interupsi dalam Rapat Paripurna DPRD Kab Cirebon
istimewa

INILAH, Cirebon-Rapat Paripurna tentang Pengesahan DPRD Kabupaten Cirebon Terhadap 3 Raperda dan satu Tatib Dewan, dihujani interupsi, Jumat Sore kemarin. Akibatnya, produk dewan yang dalam pembahasannya terkesan molor tersebut persetujuannya kembali diundur. Paripurna akan dijadwal ulang, hari senin depan. 

 

"Selama tiga periode saya menjadi anggota dewan, baru kali ini ada paripurna pengesahan sampai diundur waktunya. Ya aneh saja karena saya baru mengalami," kata Wakil Ketua DPRD, Rudiana.

 

Rudiana mengaku kecewa dengan gaya kepepimpinan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Luthfi saat memimpin paripurna. Harusnya, Lutfhi tegas dalam mengambil keputusan. Tapi  justru malah beberapa kali menawarkan opsi untuk kembali mengadakan pembahasan, karena banyak anggota yang interupsi.

 

"Opsi kan hanya satu. Setuju atau menolak. Bukan malah melebar menawarkan pembahasan lagi. Ini kan rapat persetujuan. Jelas saya kecewalah dengan gaya kepemimpinan ketua dewan," kata Rudiana.

 

Seharusnya lanjut Rudiana kalau belum sinkron jangan sampai ada agenda paripurna, tapi dibahas di intern dewan. Masalahnya, pembahasan akhir sudah dilakukan bersama pimpinan pansus dan pimpinan dewan. 

Tapi kenapa tiba-tiba ada yang mempermasalahkan.  

 

"Coba saja lihat hari Senin depan. Kalau ada pembahasan lagi, ya sudah tidak benar," ucapnya.

 

Pantauan diruang rapat saat itu terlihat beberapa anggota dewan melakukan interupsi. Mahmud Jawa dari fraksi demokrat, meminta supaya pengesahan ditunda. Masalahnya karena, semua anggota dewan tidak menerima materi dari Sekwan. Kejadian tersebut, selalu berulang, karena setiap paripurna jarang ada materi disetiap meja anggota dewan.

 

"Ini paripurna yang luar biasa. Kami hanya mendengarkan, sementara materinya tidak kami terima. Otak dan telinga saya terbatas, jadi mohon pengesahan ini ditunda. Biar kami pelajari terlebih dahulu materinya," ungkap Mahmud Jawa.

 

Namun, interupsi Mahmud Jawa buru-buru di potong Aan Setiawan dari Fraksi PDIP. Aan menilai, raperda sudah final dibahas, tapi kenapa ada indikasi dibahas ulang. Seharusnya ketika  Pansus sudah final, paripurna bukan tempat melakukan pembahasan lagi.

 

"Ini aneh. Paripurna ini kan pengesahan, bukan pembahasan ulang. Saya minta setujui sekarang atau ditolak. Ngapain harus dibahas lagi," pinta Aan.

 

Namun entah kenapa, meski beberapa perwakilan fraksi lain dari PKS dan PKB ngotot supaya paripurna segera disahkan, namun Ketua Dewan juga tetap ngotot pada pendiriannya. Alasannya, luthfi ingin supaya semua anggota dewan mempelajari materi yang akan diberikan nanti.  Ironisnya, dalam pengesahan itu, terselip Tatib yang mengatur mekanisme pemilihan Wakil Bupati Cirebon. Artinya, sampai saat ini pemilihan Wakil Bupati Cirebon, ikut terhambat. (maman suharman)