Jam Malam di Bogor, Bima Bubarkan Kerumunan

Jam Malam di Bogor, Bima Bubarkan Kerumunan

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota  Bogor mulai memberlakukan jam malam dimulai pukul 21.00 WIB setiap harinya untuk membatasi aktivitas warga di luar.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, Sabtu (29/08/2020) malam, memimpin patroli gabungan di hari pertama pemberlakuan kebijakan tersebut pada Sabtu (29/8/2020) malam. Alhasil, warga yang kedapatan berkerumun langsung dibubarkan petugas gabungan.

"Kota Bogor zona merah. Yang berkrumun, silahkan membubarkan diri, saat ini dilarang berkerumun. Jam malam mulai pukul 21.00 WIB. Diharapkan tetap gunakan masker dan jaga jarak. Terima kasih atas kerja samanya," ungkap Bima Arya menggunakan pengeras suara di atas mobil atap terbuka.

Bima melanjutkan, petugas gabungan mulai melakukan patroli pertama menuju Jalan Jendral , tepatnya di Air Mancur. Selanjutnya, patroli bergerak ke wilayah jembatan merah hingga jalan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat. Terlihat masih ada tempat makan yang melayani makan di tempat, kemudian petugas memberikan imbauan kepada pemilik dan pengunjung agar mengikuti kebijakan pemberlakuan jam malam. Kemudian, rombongan bergerak ke kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR)  Kecamatan Bogor Selatan. Di lokasi, petugas pun langsung turun untuk membubarkan warga yang 'nongkrong'.

"Malam ini adalah hari pertama, target utama adalah sosialisasi, kami lihat sebagian besar sudah patuh, terutama toko-toko. Sabtu Minggu kami tetap turun, hari Senin kami akan mulai berlakukan sanksi, mulai dari teguran sampai denda. Jadi kami akan pantau terus, pagi, siang, sore dan malam," tutur Bima Arya usai patroli.

Patroli malam ini kata Bima Arya, sebetulnya bukan pelarangan aktivitas total warga di luar. Namun lebih kepada melarang warga untuk berkerumun atau berkumpul. 

"Seperti di BNR dan Air Mancur ini banyak sekali yang berkumpul, nongkrong, kami bubarkan untuk mengurangi aktivitas dan mobilitas warga," tegasnya.

Bima memaparkan, dari hasil pemantauan di hari pertama pemberlakuan jam malam ini menurutnya sudah jauh dibawah kondisi normal. Pasalnya, warga sudah banyak mengetahui kebijakan tersebut.

"Ya, kami ingin kondisi ini tetap dipertahankan sambil kami lihat tren data Covid-19. Ini konteksnya mengurangi penularan Covid," paparnya.

Bima menakankan, mulai Senin (31/8/2020), jika ada kedapatan warga dan pelaku usaha yang melanggar akan diberikan sanksi sesuai dengan Perwali Nomor 107 Tahun 2020.

"Sanksi yang teringan itu teguran, kerja sosial hingga denda. Untuk pelaku usaha bisa didenda hingga pencabutan izin usaha," pungkasnya. (rizki mauludi)