Saksi Pelapor Meringankan Terdakwa Irianto?

Saksi Pelapor Meringankan Terdakwa Irianto?
istimewa

INILAH, Bogor - Penasehat hukum terdakwa Irianto, Dinalara Butar-Butar menganggap saksi pelapor Briptu Benny Suhada meringankan kliennya. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Tipikor Bandung akhir pekan kemarin.

Pasalnya, berdasarkan kesaksian Briptu Benny Suhada ada beberapa alasan yang membuat ia merasa ada 'penjebakan' dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tipikor atau penyuapan izin Pengesahan Dokumen Rencana Teknis (PDRT) bangunan vila di Kecamatan Cisarua dan rumah sakit di Kecamatan Cibungbulang.

"Menurut saya, kesaksian Briptu Benny Suhada bahwa laporan awal yang menerima uang suap adalah Faisal dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya berinsial A dan bukannya Irianto. Lalu dugaan rekayasa lainnya ialah pemberian uang yaitu FS dan SP ialah tersangka  pemalsuan surat-surat dan tahanan Polres Bogor yang ditahan pada Jumat, (28/2/2020). Lalu, pada Senin (2/2/2020) dikeluarkan lalu besoknya Selasa (3/2/2020) ditangkap lagi bersama Irianto di ruangannya di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor," ujar Dinalara kepada wartawan, Minggu, (30/8/2020).

Dalam persidangan Tipikor ia pun menanyakan kenapa bisa tahanan Polres Bogor bisa keluar untuk dilibatkan dalam OTT Tipikor atau penyuapan, lalu hingga kini  statusnya masih menjadi saksi.

"Tahanan kok bisa keluar, lalu ditangkap melakukan kejahatan lainnya di esok harinya? Tapi hingga kini statusnya masih menjadi saksi, padahal saat ini perkara penipuan surat-suratnya sudah diputuskan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas I A Cibinong," sambungnya.

Dinalara menuturkan dalam persidangan Tipikor akhir pekan kemarin, kuitansi penerimaan uang suap juga atas nama terdakwa lainnya bernama Faisal dan bukannya Irianto selaku Sekretaris DPKPP Kabupaten Bogor.

"Bukti laporan suap berupa kuitansi ialah Faisal dan kenapa yang terkena OTT malah Irianto, gak boleh lah nangkap seseorang dengan penjebakan, apalagi melibatkan tahanan, tersangka atau terpidana (saat ini)," tutur Dinalara.

Ia menjelaskan sidang Tipikor lainnya pada Jumat (4/9/2020) mendatang masih beragendakan pemeriksaan saksi pelapor yaitu dari personel Sat Reskrim Polres Bogor.

Dihubungi terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Juanda belum bisa menanggapi pernyataan penasehat hukum Dinalara Butar-Butar karena belum mendapatkan laporan dari Seksi Pidana Khusus (Pidsus).

"Senin besoklah saya tanggapi, karena hingga saat ini saya belum berkomunikasi atau mendapatkan laporan terkait berjalannya sidang di Pengadilan Tipikor Bandung akhir pekan kemarin," tukas Juanda. (Reza Zurifwan)