PKS Parpol Level Menengah, Harusnya Lebih Jemput Bola

PKS Parpol Level Menengah, Harusnya Lebih Jemput Bola
Pengamat Politik dari Universitas Pasundan (Unpas) Vera Hermawan. (Rianto Nurdiansyah)

INILAH, Bandung-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah memanaskan mesin guna memenangkan Pemilihan Kepala Darah (Pilkada) serentak 2020 di sejumlah kota kabupaten Jawa Barat. Kendati demikian, sejauh ini terdapat tiga daerah yang belum ditentukan untuk mendukung atau mengusung.

Diketahui, PKS belum memutuskan mendukung dan mengusung di Kabupaten Bandung, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sukabumi.

Pengamat Politik dari Universitas Pasundan (Unpas) Vera Hermawan turut mengomentari hal tersebut. Menurut dia, PKS yang notabene partai politik level menengah seharusnya lebih mengencangkan intesitas komunikasi dengan partai-partai lainnya. 

"Jadi bukan menunggu justru harus jemput bola. Karena syarat pencalonan itu kan 20 persen minimal kursi di DPRD," ujar Vera, Minggu (30/8/2020).


Vera menyampaikan, setiap partai politik kategori level menengah kerap kali memiliki permasalahan yang sama tatkala melakukan penguatan komunikasi dengan partai lainnya.  Tak terkecuali PKS, di mana menurut pandangan Vera yaitu partai yang memiliki kesan ekslusif. Artinya tidak egaliter dan merangkul di luar kader.

"Oleh karenanya pola komunikasi yang harus dilakukan sekelas partai menengah bukan hanya PKS saja itu harus banyak melakukan komunikasi dengan partai lain, dalam arti yang memahami konsepsi perjuangan yang sama," papar dia. 

Vera menambahkan, meskipun pada akhirnya PKS tetap tidak menjagokan kader dalam Pilkada 2020 di tiga kabupaten tersebut, namun sebagai partai level menengah bisa jadi akan menjadi partai pengusung salah satu kandidat tertentu. Dia mencotohkan, untuk di Kabupaten Bandung PKS telah memiliki jejak komunikasi dengan Partai Golkar sebagai incumbent. 

"Jika seperti ini, langkah selanjutnya akan membangun komunikasi dengan partai penguasa yang memang pernah didukung oleh PKS pada saat pilkada sebelum 2020 ini. Karena tidak ada lagi menurut saya tindakan politik yang memang bisa dilakukan," kata dia. 

Terlebih, lanjut dia, setelah lima tahun bersama dengan incumbent, PKS sudah melaksanakan programnya untuk pemerintah kabupaten Bandung. Karena itu, menurut dia, bisa saja tindakan politik yang akan dilakukannya yaitu membuka komunikasi kembali dengan incumbent. 

"Di sisi lain ini bisa menjadi keuntungan Golkar kalau kondisi seperti ini," katanya. 

Alasan lainnya, Vera melanjutkan,  secara psikologi pemilih pun ketika partai mengarahkan atau melakukan komunikasi politik dengan Golkar itu akan lebih gampang bila dibandingkan harus membuka komunikasi dengan partai yang lain.

"Analisisnya ya ini. Tapi sifatnya jangka pendek, karena apakah tertuliskan dalam bentuk partai pengusung atau tidak tapi yang jelas basisnya itu sudah terbangun hari ini berkoalisi dengan partai Golkar di kabupaten Bandung," pungkas dia. (riantonurdiansyah).