104 RW Zona Merah, Pemkot Bogor Andalkan RW Siaga Corona

104 RW Zona Merah, Pemkot Bogor Andalkan RW Siaga Corona
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor mengandalkan peran aktif RW Siaga Corona untuk menekan penyebaran Covid-19. Lembaga ini juga diharapkan berbuat maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, saat ini pergerakan orang atau mobilitas orang yang keluar masuk Kota Bogor sudah tidak mungkin untuk dibatasi.

"Sekarang yang mungkin adalah berskala mikro makanya ini pembatasan sosial berskala mikro jadi fokusnya di RW siaga," kata Bima, Senin (31/8/2020).

Dia menerangkan, pembatasan dilakukan hanya kepada warga yang tinggal di zona-zona merah. Untuk memonitor kondisi wilayah di zona merah, Bima Arya mengatakan pihaknya melibatkan pihak kecamatan, lurah, banbinsa, babimkamtibmas, dan petugas di RW siaga.

"Jadi itu untuk mengawasi orang yang keluar masuk, kalau Kota Bogor ditutup kan enggak mungkin ya, masih banyak aktivitas keluar, yang penting adalah ketika kita pulang ke rumah mereka dimonitor jadi RW siaga punya data siapa saja yang dari Jakarta RW siaga punya data siapa saja yang keluar kota," terangnya.

Bima membeberkan, dari hasil pemantauan di RW siaga zona merah Bima mengklaim saat ini RW siaga sudah menerapkan demarkasi pembatas atau sekat. Kemarin pihaknya mengecek 104 RW merah itu sudah menerapkan demarkasi jadi ada batasnya orang tidak boleh berkerumun dan lain-lain. 

"Jadi sekarang beda ini ini babak baru beda dengan psbb kalau psbb berskala kota sekarang ini skalanya mikro sekali rw komunitas makanya mikro dan komunitas" bebernya.

Bima juga memaparkan, dirinya sudah melakukan sidak langsung ke tiga RW zona merah. Yakni RW 05 Kelurahan Empang Kecamatan Bogor Selatan, RW 04 Kelurahan Kebon Pedes Kecamatan Tanah Sareal, dan RW 01 Kelurahan Tegallega Kecamatan Bogor Tengah. 
Di tiga kecamatan tersebut, dirinya mendatangi rumah pasien terkonfirmasi positif dan menyapa warga agar menerapkan protokol kesehatan. 

"Bogor sekarang sedang zona merah, ada 104 RW zona merah. Pemerintah Kota Bogor telah secara resmi melakukan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas. PSBMK ini fokus pengawasan ke wilayah di RW zona merah," ucapnya. (Rizki Mauludi)