DPRD Kota Bogor Sepakati Pencabutan Tujuh Perda Tidak Relevan

DPRD Kota Bogor Sepakati Pencabutan Tujuh Perda Tidak Relevan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - DPRD Kota Bogor mencabut tujuh peraturan daerah (Perda) Kota Bogor. Wakil rakyat itu menilai tujuh Perda tersebut tak lagi efektif dengan adanya aturan yang dikeluarkan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menuturkan, setelah melalui pembahasan cukup panjang pihaknya menyetujui usulan Pemkot Bogor untuk mencabut tujuh Perda Kota Bogor. 

Ketujuh Perda yang akan dicabut itu yakni Perda Nomor 11/1987, Perda Nomor 10/1990, Perda Nomor 18/1999, Perda Nomor 12/2007, Perda Nomor 10/2008, Perda Nomor 11/2012, dan Perda Nomor 15/2012.

"Alhamdulillah, Pansus II sudah selesai membahas tentang Raperda pencabutan tujuh Perda. Ke depan diharapkan Kota Bogor dapat memiliki perda yang dapat memberikan kontribusi terhadap Kota Bogor. Sehingga, Perda yang dibuat dapat dijalankan secara efektif," kata Atang, Senin (31/8/2020).

Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi mengatakan setelah disetujui dan diparipurnakan maka akan difasilitasi ke Pemprov Jawa Barat.

"Ini kan salah satu usulan Pemkot Bogor untuk mencabut Perda karena sudah ada Undang-undang yang baru. Intinya sudah tidak relevan," ujarnya.

Ditempat yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan usulan pencabutan Perda itu sejalan dengan reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

"Ini bagian dari semangat penyederhanaan undang-undang dijalankan omnibus law. Kedua memang sudah baru, banyak yang gak relevan, ya kita buat relevan. Dengan begitu, Pemkot Bogor ingin memberikan kemudahan terkait pelayanan kepada masyarakat. Dan tentunya, Perda yang diterapkan harus efektif dam maksimal," tegasnya. (Rizki Mauludi)