Disdik Jabar Serahkan Kuota dan Tablet untuk Kepentingan Belajar Siswa

Disdik Jabar Serahkan Kuota dan Tablet untuk Kepentingan Belajar Siswa
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar menyerahkan bantuan kuota untuk belajar jarak jauh dan memberikan pinjaman tablet untuk kepentingan siswa dalam belajar di SMAN 9 Kota Bandung, Senin (31/8/2020).

Kepala SMAN 9 Bandung Suparman mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk terus berupaya mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan secara efektif dan efisien dengan memperhatikan serta mencari solusi atas keluhan-keluhan yang disampaikan siswa dan orangtua siswa. 

"Kami memberikan bantuan kuota internet secara gratis senilai Rp150 ribu per siswa yang diperuntukkan sebanyak 150 siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu. Sumber anggarannya dari Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) Provinsi Jawa Barat. Kuota internet ini akan dibayarkan selama 6 bulan. Ada juga bantuan Kemendikbud 4 bulan ke depan juga akan diberikan kuota internet bagi siswa dan guru," ujar Suparman.

Dia menambahkan untuk membantu siswa dari keluarga tidak mampu dalam PJJ SMAN 9 Bandung juga meminjamkan gadget berupa tablet. Mayoritas siswa dari KETM yang bermasalah di PJJ karena keterbatasan perangkat yang dimiliki. Untuk itu, agar tidak bermasalah dalam PJJ siswa dari KETM diberikan pinjaman tablet untuk sementara waktu. 

Tablet tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan Jawa Barat yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kinerja sebanyak 376 tablet pada akhir tahun 2019. Bantuan tablet ini digunakan untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dan PAS/PAT/Ujian Sekolah bagi Siswa SMAN 9 Bandung. 

Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19 yang terpenting yaitu harus menjamin kesehatan, keselamatan, dan ketersediaan fasilitas penunjang PJJ untuk para siswa SMAN 9 Bandung. 

"Kami terus bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat dalam upaya mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh dan memberikan solusi pelayanan pendidikan di masa pandemi ini dapat diikuti secara merata diikuti oleh seluruh siswa. Selain itu, SMAN 9 Bandung juga berinovasi menghadirkan materi pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Dengan begitu siswa juga diharapkan bisa menerima dan memahami dengan baik materi tersebut," imbuh Suparman.

Sementara itu, Kadisdik Jabar Dedi Supandi menambahkan ada sekitar 38.323 gawai yang telah ada di sekolah. Mereka dibeli dari anggaran BOS kinerja. Karena dari anggaran BOS kinerja, maka tidak semua sekolah mendapatkan anggaran untuk membeli gawai tersebut.

"Awal fungsinya itu dilakukan untuk tes, untuk ujian untuk anak didik di sekolah di musim pandemi. Kita mengeluarkan kebijakan agar sekolah silahkan meminjamkan gadget kepada keluarga tidak mampu, dengan disertai nanti berita acara serah terima pinjam pakai," imbuh Dedi. (Okky Adiana)