Enam Orang Pemilik THM Kemang Dua Kali Bohongi Jokowi

Enam Orang Pemilik THM Kemang Dua Kali Bohongi Jokowi
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Enam orang pemilik rumah karaoke atau tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kecamatan Kemang sungguh keterlaluan. Mereka dua kali membohongi Joko Widodo (Jokowi).

Pertama, para pemilik THM yang diberikan sanksi denda Rp12 juta oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Cibinong itu meminta keringanan waktu pembayaran hingga satu minggu kemudian. Namun, setelah diberikan waktu mereka masih juga mangkir dari pembayaran sanksi denda tersebut. 

Jokowi selaku Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Bogor pun berang dibohongi. Untuk itu,  pasukan penegak peraturan daerah (Perda) pun meminta bantuan Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor untuk melakukan upaya paksa.

"Pertama kali datang ke saya usai mereka tidak menghadiri sidang tindak pidana ringan (Tipiring), 6 orang pemilik THM di wilayah Kecamatan Kemang meminta waktu selama satu minggu, sudah jatuh tempo mereka minta waktu lagi hingga satu minggu kemudian. Namun karena sampai lewat waktu yang saya berikan, mereka juga tidak membayar denda hasil sidang Tipiring maka terpaksa saya minta kepada  staff Seksi Pidum Kejari Kabupaten Bogor untuk melakukan upaya paksa," kata Jokowi kepada wartawan, Senin, (31/8).

Menurutnya, padahal saat kedatangan kedua itu para pemilik THM sudah menandatangani surat pernyataan di atas materai Rp6 ribu.

"Kami sudah meminta keseriusan mereka dalam menjalankan sanksi denda dari PN Kelas I A Cibinong, tapi walaupun sudah tanda tangan di atas materai ternyata mereka masih nekat mangkir dari kewajibannya," terangnya.

Jokowi menuturkan saat ini jajaran Satpol PP sedang menyiapkan berkas atau data-data pemilik THM yang akan ditagih kewajibannya oleh Kejari Kabupaten Bogor.

"Satpol PP maupun PN Kelas I A Cibinong masih menyiapkan berkas dokumen atau data-data pemilik THM Tiara 2, Kidul 2 , 99, Harada dan dua THM lainnya yang tak bernama. Apabila mereka tidak membayar sanski denda maka mereka terancam kurungan penjara selama 10 hari," tutur Jokowi.

Dihubungi terpisah, Kasi Intel Kejari Kabupaten Bogor Juanda mengaku masih menunggu berkas data-data 6 orang pemilik THM, baik dari Satpol PP maupun PN Kelas I A Cibinong.

"Kami siap membantu menagih sanksi denda yang diberikan kepada 6 orang pemilik THM di wilayah Kecamatan Kemang. Tapi hingga saat ini berkas data-datanya belum masuk ke institusi kami," tukas Juanda. (Reza Zurifwan)