Kemarin Rekor Pasien Positif Covid di Kota Bogor Capai 30 Orang

Kemarin Rekor Pasien Positif Covid di Kota Bogor Capai 30 Orang
istimewa

INILAH, Bogor-Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bogor kembali mencatatkan rekor tertinggi selama pandemi Covid-19 yaitu mencapai 30 orang perhari pada Senin (31/8/2020).

Sebelumnya terjadi penambahan sebanyak 23 kasus baru pada Minggu (30/8/2020). Meski begitu untuk tempat tidur atau bed pasien Covid-19 di Kota Bogor masih dalam kategori aman meski penambahan lebih dari 20 orang tiga hari terakhir.

"Terjadi penambahan 30 kasus positif baru," ujar Kepala Dinas Kota Bogor, Sri Nowo Retno dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/8).

Dalam keterangan tertulisnya, total terkonfirmasi positif di Kota Bogor hingga kini mencapai 627 orang kasus positif.  Rincianya, pasien yang masih dalam perawatan 235 orang, dengan total 361 pasien yang dinyatakan sembuh.

"Total kasus meninggal ada 31 orang, ada penambahan satu kasus yang meninggal," katanya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachmin mengatakan, latar belakang pasien positif Covid-19 Kota Bogor hari ini merupakan dari racing kontak erat pasien positif sebelumnya. Untuk angka covid-19 Kota Bogor yang terus bertambah Dedie memastikan bahwa ketersediaan bed perawatan masih memenuhi di rumah sakit Kota Bogor.

"Kalaupun dibutuhkan saya akan mencari alternatif seperti ada tempat isolasi BNN. Akan tetapi melihat perkembangan ada juga pasien yang sembuhnya cepat sehingga bed bisa dipakai untuk pasien baru," ungkap Dedie kepada INILAH pada Senin (31/8/2020) sore.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan, pasien positif hari ini alasan swab karena kontak erat 16 orang atau 53,3 persen, skrining mandiri tiga orang 10persen, pasien RS 10 orang atau 33,3 persen dan swab instansi satu BUMD Kota Bogor satu orang sebanyak 3,3 persen.

"Jadi sebagian besar karena penelusuran unit lacak dari detektif covid. Untuk bed Insya Allah aman," ungkap Bima pada Senin (31/8/2020) sore.

Bima sebelumnya juga menjelaskan, pihaknya telah melakukan analisa terhadap penularan Covid-19 di Kota Bogor. Hasilnya, mayoritas bersumber dari orang yang memiliki mobilitas tinggi di luar rumah. Untuk itu, Bima menyatakan, alasan menerapkan kebijakan pembatasan jam operasional pukul 18.00 WIB serta pembatasan aktivitas pukul 21.00 WIB. 

"Langkah itu, sebagai upayakan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak perlu," pungkasnya. (Rizky Mauludi)