Waduh, Dua Pegawai Desa Dibegal Pas Bawa Duit BPNT Kemensos

Waduh, Dua Pegawai Desa Dibegal Pas Bawa Duit BPNT Kemensos
istimewa

INILAH, Purwakarta – Nahas, dua pegawai Desa Situ, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, menjadi korban pembegalan di siang bolong. Akibatnya, uang BST BPNT non PKH yang bersumber dari Kemensos yang mereka bawa sebesar Rp 135 juta raib digondol begal.

Kedua korban itu, masing-masing Rere (27) dan Linda Kurniawati (30), yang merupakan agen BPNT. Tak hanya itu, kedua korban mengalami luka-luka. Akibat, terjatuh dari motornya pascadipepet oleh kawanan begal tersebut.

Camat Pondoksalam, Heru Agus Rianto membenarkan jika ada kejadian pembegalam yang menimpa pegawai desa di wilayahnya. Dana dari Kemensos sebesar Rp 135 juta yang mereka bawa itu, awalnya mau didistribusikan ke penerima yang ada di lima desa di kecamatan ini.

“Dana itu, untuk warga penerima BPNT di lima desa,” ujar Heru, Selasa (1/9/2020).

Berdasarkan laporan, lanjut Heru, aksi pembegalam itu terjadi pada Senin (31/8/2020) sekitar pukul 09.00 WIB di jalan Kampung Sawah Tengah, Desa Pasawahan Kidul, Kecamatan Pasawahan. Kedua korban, diduga sudah diincar oleh kawanan begal itu sejak dari bank.

Setibanya, di jalanan yang sepi, motor korban dipepet oleh pelaku. Lalu, motor korban terjatuh. Alhasil, kedua korban yang berboncengan ini juga turut terjatuh. Bahkan mengalami luka-luka. Saat korban tak berdaya, para pelaku yang menggunakan sepeda motor ini, langsung merebut tas yang dibawa korban. Uang ratusan juta ini, kemudian digondol pelaku.

“Kejadian ini, sudah kami laporkan ke Polsek Pasawahan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Desa Situ, Kecamatan Pondok Salam Purwakarta, Amin, mengatakan, berdasarkan laporan korban, pelaku berjumlah empat orang. Kawanan ini, menggunakan dua sepeda motor.

“Adapun uang itu, rencananya dibagikan untuk penerima di Desa Situ, Desa Sukajadi, Desa Parakan, Desa Salam dan Desa Galudra,” ujar Amin.

Amin menyebutkan, sebelumnya dana bantuan dari Kementerian Sosial ini, berupa bahan pangan. Namun, untuk saat ini berbentuk uang tunai. Sehingga, agen BPNT harus mencairkannya di bank yang sudah ditunjuk oleh pemerintah.

Adapun, dana yang akan dicairkan pegawainya itu, sudah mendapat ijin dari Kepala Desa Situ, Tuti Sumarni. Namun, korban tidak mendapat pengawalan. Karena pihaknya tidak mengetahui uang yang dicairkan tersebut jumlahnya cukup besar. Aksi pembegalan uang Kemensos ini, sempat terekam kamera CCTV milik warga. Pelaku yang berjumlah empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor, juga turut terekam. (Asep Mulyana)