Mantan Bos Besar Mitsubishi Osamu Masuko Meninggal

Mantan Bos Besar Mitsubishi Osamu Masuko Meninggal
istimewa

INILAH, Tokyo - Berita duka datang dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC). Penasihat Khusus yang juga mantan Ketua Dewan Pejabat Eksekutif Representatif MMC Osamu Masuko meninggal dunia dalam usia 71 tahun.

Dalam siaran persnya, MMC menyebut bahwa Masuko menghembuskan nafas terakhirnya pada 27 Agustus lalu karena insufiensi jantung.

"Kepada mendiang mantan pemimpin kami, Osamu Masuko, kami ingin mengucapkan terima kasih yang tulus atas kemurahan hati yang dia dan MMC terima," kata Takao Kato, Ketua Pejabat Eksekutif Representatif yang juga CEO MMC.

Demi menghormati keinginan mendiang Masuko, MMC menyatakan tidak akan menggelar farewell gathering atau acara perpisahan. Sedangkan, upacara pemakaman akan digelar dan dihadiri hanya oleh kerabat dekat.

Sebelumnya pada awal Agustus lalu, Masuko mengundurkan diri sebagai chairman of the board dan perwakilan pejabat eksekutif MMC karena alasan kesehatan. Posisinya kemudian digantikan Takao Kato.

Masuko yang lahir di Tokyo, Jepang, pada 19 Februari 1949, merupakan lulusan Fakultas Ilmu Politik dan Ekonomi Universitas Waseda pada 1972. Di tahun yang sama, dia mulai bekerja Mitsubishi Corporation.

Karir kepemipinan Masuko dimulai pada April 2003, saat ia ditunjuk sebagai Senior Vice President, Division COO of Motor Vehicle Business Division Mitsubishi Corporation. Puncak karirnya diraih pada 2005 ketika resmi diangkat sebagai Presiden dan CEO MMC pada 2005.

Selama masa jabatannya sebagai Presiden dan CEO, Masuko memimpin perusahaan otomotif itu di berbagai bidang, termasuk pengenalan kendaraan ramah lingkungan EV dan PHEV, serta perluasan produksi dan penjualan di kawasan ASEAN.

Ia pun turut serta membangun kerja sama aliansi dengan Nissan dan Renault. Masuko bahkan turut andil dalam peluncuran world premiere Mitsubishi Xpander di Indonesia.

Selama 16 tahun menjabat sebagai pemimpin penting di MMC, Masuko telah membuat pencapaian besar dan berhasil mengatasi kesulitan yang menimpa perusahaan.

Pada masa-masa akhir karirnya, ia didapuk sebagai Penasihat Khusus MMC berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya di dunia otomotif. (inilah.com)