Pemkot Bandung dan Baznas Beri Bantuan Kepada Organisasi Sosial

Pemkot Bandung dan Baznas Beri Bantuan Kepada Organisasi Sosial
Istimewa

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Badan Amil Zakat nasional (Baznas) Kota Bandung berkolaborasi memberikan bantuan kepada sejumlah lembaga sosial. Di antaranya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (RBM), Yayasan Kanker Indonesia (YKI), dan DKM Al Ukhuwah.

KPA Kota Bandung memperoleh bantuan modal usaha sebanyak 50 orang warga dampingan, RBM memperoleh bantuan untuk 36 penyandang disabilitas.

Sedangkan YKI memperoleh bantuan Dana Program Bandung Peduli Kanker. Bantuan tersebut merupakan Program Baznas Kota Bandung yakni Bandung Makmur, Bandung Sehat, Bandung Takwa dan Bandung Peduli. 

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, penyerahan bantuan tersebut sebagai bukti kolaborasi antara Pemkot dan Baznas Kota Bandung dalam memberikan semagat kepada organisasi kesejahteraan sosial. 

“Dengan kolaborasi ini mudah-mudahan menjadi sebuah semangat bersama, sehingga penaganan seperti AIDS bisa semakin baik. Tentu saja kolaborasi itu tidak hanya dengan Baznas saja, seperti dengan KPA dan semua masyarakat bisa bersama berkolaborasi. Saya yakin persoalan seperti ini di Kota Bandung bisa selesai,” kata Oded.

Sementara itu, Sekretaris KPA Kota Bandung Medi Mahendra menyampaikan, data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung Mei 2020, terdapat sekitar 3.138 kasus HIV dan kasus AIDS di Kota Bandung mencapai 2.296, kasus sehingga total 5.434 kasus. 

“Sehingga kita melakukan berbagai diskusi mencontohkan agar calon pengantin yang mau menikah, baik yang sudah menikah atau mau menikah lagi dan yang belum menikah sama sekali itu wajib melakukan tes kesehatan. Dari situ kita berupaya melakukan penjaringan,” kata Medi.


Sedangkan hasil pendataan RMB, lanjut dia, terdapat 5.000 penyandang disabilitas di Kota Bandung. 


“Insyaalah sampai akhir tahun kita adakan pengobatan terapi cuma-cuma untuk 144 anak. Mudah-mudahan Baznas memiliki program yang serupa, sebagai dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan rehabilitasi berbasis sumber daya manusia,” ucapnya.

Pelaksana Tugas Ketua Baznas Kota Bandung Herry Kushaeri mengatakan, bantuan yakni zakat, infak dan sodakoh ASN Pemkot Bandung terkumpul satu bulan hampir Rp2 miliar. Karena itu dimanfaatkan untuk memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, diantaranya KPA, YKI, RBM DKM Al Ukhuwah untuk operasional dan usaha. 

“Ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Kolaborasi juga terus terjada dan bisa berkembang lebih baik lagi,” ucapnya. 

Ketua RBM Kota Bandung Siti Muntamah Oded menambahkan, bantuan terapi gratis yang diberikan Baznas akan digunakan untuk membantu anak-anak dengan tiga kebutuhan khusus, yaitu penyandang autisme, down syndrome, dan cerebral palsy.

"Ada satu tugas yang harus dilakukan RBM yaitu memberikan fasilitas gratis terapi bagi para penyandang disabilitas terutama di tiga bidang yang kita jadikan sebagai pilot project, yaitu adalah cerebral palsy, down syndrome, dan autis," kata Siti.

Dengan adanya fasilitas dari Pemkot Bandung dan Baznas ini, cita-cita untuk membangun pusat terapi gratis di Kota Bandung bisa segera terwujud.

"Alhamdulillah mimpi memiliki pusat terapi gratis bagi masyarakat kurang mampu ini direspon dengan sangat baik oleh pemerintah kota Bandung dengan non-APBD. Yaitu dengan dukungan dari Baznas. Kami ucapkan terima kasih kepada Baznas yang mengelola anggaran dana zakat dari para ASN," ucapnya. (Yogo Triastopo)