Armada Tangki Air Bersih di Kabupaten Bandung Minim

Armada Tangki Air Bersih di Kabupaten Bandung Minim
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan, ketersediaan armada tangki air bersih di wilayahnya maish belum ideal. Padahal, mobil pengangkut itu sangat diperlukan saat kemarau untuk menyuplai air bersih masyarakat yang dilanda kesulitan.

"Di kita hanya ada tujuh armada tangki air bersih. Jumlah yang minim itu harus melayani ratusan titik pemohon air bersih. Ketujuh armada itu adalah milik BPBD, Disperkimtan, dan PDAM Tirta Raharja," kata Akhmad di Soreang, Selasa (1/9/2020).

Dia menyebutkan, pada puncak musim kemarau tahun lalu ketujuh armada ini terpaksa harus melayani 514 titik permohonan. 

"Kalau idealnya sih jumlah tangki air ini sebanyak 31 unit sesuai dengan jumlah kecamatan. Jadi, satu armada itu bisa keliling setiap hari di satu kecamatan. Kalau sekarang, tujuh armada dengan titik layanan 514 bisa hanya kebagian sebulan sekali. Untuk penambahan armada ini sudah kami ajukan, tapi karena keterbatasan anggaran masih belum bisa direalisasikan," ujarnya. 

Sebelumnya, beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung kini mulai mengalami kekeringan. Permohonan bantuan suplai air bersih kepada BPBD Kabupaten Bandung pun mulai diajukan sejumlah desa dan kelurahan.

Permintaan suplai air bersih sudah mulai terjadi. Seperti di Cileunyi dan hari ini juga ada permintaan dari Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Arjasari. 

Dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung terdapat 26 kecamatan yang memang rawan terjadi kekeringan. Kekeringan lahan pertanian maupun kekeringan air bersih. Rata rata, daerah yang rawan kekeringan dan kesulitan air bersih ini berada di daerah perbukitan. Namun ada juga daerah datar seperti lahan pesawahan dan pemukiman. (Dani R Nugraha)