Rektor UPI Bicara Pendidikan

Rektor UPI Bicara Pendidikan
Rektor UPI, Solehuddin. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (Mokaku) Tahun 2020 dengan tema Membangun Generasi yang Unggul di Masa Pandemi Covid-19 di Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung, pada Senin (1/9/2020).

"Saya mengajak para mahasiswa baru untuk mengasah dan mengerahkan potensi dan energi yang dimiliki untuk meraih prestasi yang tinggi dalam bidang-bidang yang diminati. UPI akan selalu memfasilitasi tumbuh kembang potensi mahasiswa untuk terus mengharumkan nama UPI sebagai universitas Pelopor dan Unggul," ujar Rektor UPI, Solehuddin, Senin (1/9/2020).

Dia mengatakan bahwa dalam bidang pendidikan, tugas utama adalah membantu mewujudkan bangsa yang cerdas, yakni bangsa yang mampu membangun sistem dan proses pendidikan yang dapat mengubah budaya tradisional menjadi budaya modern, transformasi budaya feodal menuju budaya demokratis, dan transformasi budaya birokratis menuju budaya yang profesional.

Secara khusus, generasi emas di dunia pendidikan harus mampu melahirkan peradaban Indonesia yang menunjung tinggi jati diri, nilai-nilai budaya, dan karakter luhur bangsa Indonesia di tengah gelombang kemajuan teknologi komunikasi dan kecerdasan buatan yang mungkin mereduksi hakikat kemanusiaan dalam berbagai hal.

"Ada kata-kata bijak yang menyatakan pendidikan adalah perhiasan di waktu senang dan tempat berlindung di kala susah. Jadi, pendidikan merupakan satu keutamaan untuk meraih kesuksesan hidup. Namun pendidikan tidak bermakna tanpa kekokohan karakter. Dalam hal ini, UPI adalah lembaga pendidikan tinggi yang memiliki tanggung jawab untuk membangun karakter seluruh civitas akademiknya," ujar Solehuddin.

Di lain pihak, kata Solehuddin, pembangunan pendidikan juga harus diarahkan pada penguatan keunggulan dan daya saing bangsa dalam persaingan global. Semua orang tidak perlu memilih salah satu dari keduanya, tetapi mencari titik keseimbangan yang dinamis dengan maksud untuk memperoleh keunggulan dalam persaingan global, dengan tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang berdaulat dan mampu mewujudkan misi penyelenggaraan pemerintahan negara.

Mari kita lihat apa penentu keberhasilan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional itu. Keberhasilan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional sangat ditentukan oleh titik keseimbangan yang optimal antara dua pilihan kepentingan yang saling tarik-menarik, yaitu memperkokoh kedaulatan negara, dan memperkuat daya saing bangsa.

“Artinya bahwa pembangunan pendidikan nasional harus tetap berorientasi pada fungsi pembudayaan, yaitu proses untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan agar dapat memperkokoh kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," paparnya.

Rektor menyampaikan bahwa para mahasiswa baru agar tetap semangat dan belajar dengan baik meskipun untuk sementara waktu menghadapi situasi perkuliahan yang tidak biasa. Dalam situasi seperti ini (pandemi Covid-19), tidak leluasa untuk mengekspresikan diri secara penuh.

Jadikan keberadaan kalian di kampus ini sebagai masa pengembangan diri dan jadikan lingkungan belajar sebagai ekologi untuk tumbuh kembang dalam aspek sosial, personal, psikologis, dan profesional di masa kini dan masa mendatang.

"Saya juga mengajak seluruh civitas akademika UPI untuk menyambut mahasiswa baru ini dengan penuh harapan, doa, dan dorongan agar mereka berhasil menjalani kehidupan akademik dan non-akademik di kampus tercinta ini," tambahnya. (okky adiana)