Rektor UIN Bandung Tutup KKN DR Sisdamas secara Virtual

Rektor UIN Bandung Tutup KKN DR Sisdamas secara Virtual
Ilustrasi (okky adiana)

INILAH, Bandung - Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Mahmud, melakukan Penutupan Kuliah Kerja Nyata dari Rumah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (KKN DR Sisdamas) yang dilakukan melalui telekonferensi aplikasi Zoom dan disiarkan secara langsung pada kanal Youtube UIN SGD Bandung, Senin (1/9/2020).

Rektor mengajak seluruh civitas akademika UIN SGD untuk terus bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. Meski dalam suasana wabah corona, masih bisa melakukan kegiatan KKN DR Sisdamas di kampung halaman masing-masing.

Hari ini adalah penutupan kegiatan KKN DR berakhir. Atas nama pimpinan, tentu saya mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan KKN ini, hingga hari ini berakhir. Awal nampak memang diragukan, tetapi setelah proses ternyata hasilnya atau prosesnya cukup baik.

“Indikator baik, saya melihat tidak ada komplain dari berbagai pihak. Ini menggambarkan bahwa misi KKN kita saat ini di era Covid-19 itu adalah beri solusi. Tentu saja bagaimana caranya memutus atau kurangi Covid itu sekalipun secara nasional masih tinggi," tegasnya.

Menurutnya, ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 harus menggunakan dua pendekatan. Pertama, secara lahir (medis) mengikuti aturan-aturan protokol Covid-19, yakni jaga jarak, bermasker, cuci tangan, dan di rumah saja.

Kedua, pendekatan batin (agama) seperti berdoa setiap pagi dan sore, wudu, jangan mendatangi tempat yang sudah terkena wabah, banyak beristigfar, berdoa, dan sedekah.

"Pesan saya setiap hari kita dapat mengeluarkan shodaqoh. Salah satu bentuk shodaqoh, setiap pagi ketika saya membuat teh dengan pakai gula tiga sendok, dua sendok dipakai untuk teh yang satu sendok, saya lempar ke tanah untuk shodaqoh ke sireum (semut)," jelasnya.

Rektor berharap melalui KKN DR Sisdamas ini dapat melahirkan model baru KKN yang berbasis pada kampung halaman masing-masing.

"Saya melihat model ini manfaatnya jauh lebih besar, kalau mahasiswanya bertanggung jawab karena lingkungan pasti menuntut karya nyata dari mahasiswa KKN di sekitarnya. Tanggung jawab moralnya lebih nyata. Jika kehadirannya nggak terasa, pasti dilaporkan ke RT, RW-nya. Kalau tidak serius melakukan KKN-nya pasti kena sanksi sosial dari lingkungannya," paparnya.

Sebagai catatan KKN DR Sisdamas yang diikuti 5.502 mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin (FU) 571 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 1.130, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) 762, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 851, Fakultas Adab dan Humaniora ((FAH) 548, Fakultas Psikologi (FPsi) 166, Fakultas Sians dan Teknologi (FST) 542, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 446, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 486 orang. (okky adiana)