Pengembangan Agrowisata Situ Rawagede Dikerjakan Keroyokan

Pengembangan Agrowisata Situ Rawagede Dikerjakan Keroyokan
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Sukamakmur - Pengembangan Situ Rawagede di Kabupaten Bogor dilakukan secara keroyokan. Selain Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan, pengembangan itu pun digarap Dinas Kebudayaan dan Parawisata serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa setempat agar menjadi objek wisata bertaraf nasional.

Dengan keterlibatan Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), Situ Rawagede tidak hanya menjual panorama alam, tetapi juga komoditas pertaniannya.

"Situ Rawagede, Desa Sirnajaya, Sukamakmur akan dijadikan Agrowisata, komoditas pertanian unggulannya adalah kopi baik jenis robusta maupun arabika," kata Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Dia menerangkan, nantinya Situ Rawagede akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bekerjasama dengan gabungan kelompok pertanian (Gapoktan) setempat.

"Karena Situ Rawagede ini konsepnya agrowisata, maka BUMDes dan Gapoktan setempat yang akan mengelolanya, saat ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) terus melakukan pembinaan agar Pemdes Sirnajaya dan masyarakatnya segera membentuk BUMDes," terangnya.

Untuk menghasilkan kopi terbaik, Distanhorbun kata Nuriyanti juga sudah memberikan bantuan mesin giling biji kopi dan peralatan lainnya kepada Gapoktan di Desa Sirnajaya.

"Kopi Sukamakmur itu pernah meraih juara di Festival Kopi di Negara Perancis, kami akan memaksimalkan kopi ini menjadi daya tarik utama wisatawan. Saya optimis Kecamatan Sukamakmur akan semakin ramai dikunjungi wisatawan karena di sana juga ada Curug Cipamingkis, Kafe Ki Demang, Villa Khayangan dan lainnya," kata Nuriyanti.

Untuk mendukung Kecamatan Sukamakmur menjadi objek wisata bertaraf nasional, Pemkab Bogor bersama Kodim 0621 pada akhir bulan September ini memulai pembangunan Jalan Poros Tengah Timur (PTT) atau Puncak II dengan besar anggaran sekitar Rp5 miliar.

Untuk tahap awal, pembangunan Jalan Puncak II ini akan dikerjakan sepanjang 3 Km dengan lebar badan jalan 30 meter mulai dari Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup ke arah Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, dimana 18 meter adalah jalan sementara 12 meter sisanya trotoar dan jalur hijau.

"Untuk memaksimalkan parawisata di Kecamatan Sukamakmur, Pemkab Bogor dengan program Karya Bakti TNI Kodim 0621 akan membangun Jalan Puncak II. Saya juga sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR)  untuk menyediakan peralatan atau alat-alat berat," tukas Bupati Bogor Ade Yasin. (Reza Zurifwan)