Rp6,5 M Agar Air Mancur Sri Baduga Menari Lagi

Rp6,5 M Agar Air Mancur Sri Baduga Menari Lagi

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta, saat ini sedang melakukan perawatan Taman Sribaduga (Situ Buleud). Mengingat, ada beberapa fasilitas penunjang di lokasi ini dalam kondisi rusak. Terutama, menyangkut komponen untuk mendukung pertunjukan air mancur menari yang diklaim tersebar.

Kabid Pertamanan dan PJU pada Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kabupaten Purwakarta, Kosasih menuturkan, secara teknis pemeliharaan Taman Sribaduga itu dilakukan lintas instansi. Adapun untuk perbaikan sendiri, leading sektornya ada di dinasnya. Dari hasil pemeriksaan timnya, terjadi kerusakan dibeberapa komponen mekanikal elektrikal yang selama ini berperan sebagai penggerak tirai air mancur tersebut.

“Di 2020 kami memang diberi tugas untuk melakukan perbaikan fasilitas di Taman Sribaduga,” ujar Kosasih saat dihubungi INILAH, Rabu (2/9/2020).

Menurut Kosasih, sarana penunjang di Taman Sribaduga memang sudah butuh perhatian. Apalagi, jika berbicara dari sisi keamanan, seluruh fasilitas di taman kota tersesar di Purwakarta itu sudah harus direvitalisasi seluruhnya. Terutama, komponen-komponen yang selama ini bersentuhan langsung dengan air di situ tersebut.

“Sebenarnya sudah harus direvitalisasi seluruhnya. Pertama kan sudah lama tuh pipa-pipa dan tiang penyangga panggung di tengah situ itu terendam air. Sudah pasti mengalami korosi kan. Kalau dibiarlan khawatir ambruk atau dikhawatirkna pipanya tak kuat menahan tekanan air kemudian pecah akibat korosi,” jelas dia.

Terkait anggaran yang disiapkan untuk perawatan ini, lanjut dia, di 2020 ini dialokasinya sebesar Rp 1,5 miliar di APBD murni. Kemudian, ditambah lagi Rp 5 miliar di APBD perubahan. Jadi, jika ditotalkan anggaran untuk memperbaiki komponen tersebut mencapai Rp 6,5 miliar.

“Anggaran sebesar itu difokuskan untuk perbaikan komponen eletrikal mekanikal air mancur,” tambah dia.

Menurut dia, kerusakan yang terjadi ini dianggap wajar. Mengingat, sejak pembangunannya selesai pada 2017 lalu sampai saat ini belum ada perbaikan lagi yang dilakukan oleh pemerintah. Jadi, memang sudah harus direvitalisasi. (Asep Mulyana)