Pengembangan Bakat Mahasiswa di Bidang Seni

Pengembangan Bakat Mahasiswa di Bidang Seni
istimewa

INILAH, Bandung - Creasa USB YPKP Bandung bukan sekadar UKM biasa. Organisasi kemahasiswaan yang fokus pada bidang seni ini, lebih mengedepankan asas kekeluargaan kepada setiap anggotanya.

Keberadaan organisasi non-akademik di setiap kampus, boleh jadi sebagai sebuah solusi bagi mereka untuk berkegiatan dengan hal-hal yang positif, menyenangkan, dan menjadi ajang silaturahmi antarmahasiswa lainnya.

Sebut saja unit kegiatan mahasiswa (UKM) misalnya. Organisasi yang sangat populer di kalangan mahasiswa ini, mengajarkan banyak hal positif kepada mahasiswanya. UKM menampung berbagai macam potensi yang dimiliki oleh mahasiswa.

Setiap UKM di lingkungan kampus selalu mengedepankan asas kekeluargaan. Ini dilakukan agar tak ada skat atau jarak antar mahasiswa satu dan lainnya.

Hal inilah yang terus dikembangankan UKM Creative Art of Sangga Buana (Creasa) Universitas Sangga Buana (USB) Bandung. UKM yang didirikan pada 2013 ini, selain menampung mahasiswa yang hobi dengan bidang seni, mereka juga lebih mengedepakan asas kekeluargaan yang erat sesama mahasiswa.

Ketua Umum Creasa Muhsinun mengatakan, Creasa memiliki tiga divisi yang bisa dipilih oleh mahasiswanya. Divisi seni tari, paduan suara, dan kabaret. Masing-masing divisi ini memiliki kegiatannya yang berbeda.

"UKM Creasa tujuannya untuk menaungi orang-orang (mahasiswa) yang ingin berkesenian, misal di vokal, tari dan kabaret. Jadi UKM ini di dalamnya ada tiga divisi. Bukan hanya menungi, tapi buat orang-orang yang serius ingin berkegiatan," kata Ketua Umum Creasa, Muhsinun, Rabu (2/9/2020).

Keberadaan UKM Creasa di kampus USB YPKP Bandung memang menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap mahasiswanya yang ingin berkegiatan di bidang seni. Di UKM ini mereka bisa menggali kreatifitasnya sesuai dengan bakat dan minat yang mereka sukai. Tak hanya itu, Creasa menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk saling mengenal antara mahasiswa satu dan yang lainnya.

"Ketertarikan mahasiswa saya lihat antusias, tapi kadang ada yang malu-malu, maksudnya, baru dipertengahan mereka udah keluar, mungkin karena mereka ingin instan, tanpa mau berlatih, ingin cepat tampil tapi nggak mau ada proses," paparnya.

Dikatakan Muhsinun, Creasa bukan sekadar UKM biasa. Organisasi ini lebih mengedepankan asas kekeluargaan yang sangat erat, tak ada senior maupun junior. Mahasiswa berbaur menjadi satu tanpa ada batasan. Ini dilakukan agar, para mahasiswa ini bisa berkegiatan dengan nyaman tanpa ada batasan.

"Kalau keluarganya sudah erat, kita enak untuk menjalaninya. Selain menaungi mahasiswa yang cinta dengan seni, ini juga sebagai ajang silaturahmi antar mahasiswa," ucapnya.

Dia berharap, keberadaan UKM Creasa di kampus USB YPKP Bandung benar-benar bisa dimanfaatkan oleh para mahasiswa. Selain itu, ke depannya bisa memberikan yang terbaik bagi kampus tercintanya melalui prestasi-prestasi yang ditorehkan.

"Semoga kerja samanya semakin baik lagi dan tentunya bisa melestarikan kesenian yang ada di setiap daerah, karena kesenian itu kan banyak. Mudah-mudahan UKM Creasa ini benar-benar bermanfaat bagi semuanya," tambahnya. (Okky Adiana)