Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Kota Bogor Kekurangan Ruang Perawatan

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Kota Bogor Kekurangan Ruang Perawatan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor berencana menyiapkan gedung isolasi tambahan. Hal itu dilakukan setelah terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor dalam tiga hari terkahir.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, akan memindahkan orang tanpa gejala (OTG) dari Rumah Sakit Rujukan Covid-19 ke beberapa tempat alternatif. Untuk menyiapkan beberapa tempat itu, pihaknya berencana akan membuka pembicaraan dengan Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk ikut menempati Gedung Diklat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Kecamatan Kemang.

"Ada beberapa alternatif, pertama Wisma Atlet. Kedua, kita berencana akan menemui Bupati Bogor untuk melihat kemungkinan ikut di Gedung Diklat Mendagri. Secara keseluruhan Kota Bogor memiliki 20 rumah sakit dan 25 puskemas. Dari jumlah tersebut terdapat sekitar 2.000 tempat tidur," jelas Dedie, Rabu (2/9/2020).

Dedie menjelaskan, di Kota Bogor hanya terdapat sembilan RS Rujukan Covid-19. Rinciannya,  delapan RS yaang ditunjuk Pemprov Jabar dan satu RS yang ditunjuk Pemkot Bogor. Dari sembilan RS tersebut, hanya terdapat 350 tempat tidur yang tersedia. Belum lagi, jumlah tersebut harus dibagi lagi dalam kelas pasien berat, sedang, dan ringan.

"Ya, hanya tiga RS yang menangani pasien positif Covid-19 berat. Yakni, RSUD Kota Bogor, Siloam Hospital dan Bogor Senior Hospital. Jumlah itu, hanya mampu menampung 150 tempat tidur dari 230-an sekian masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sebagian ada OTG. Para OTG mayoritas masih dirawat di RS yang menangani pasien berat. Karena mereka tak mungkinkan melakukan isolasi mandiri karena rumah tak mendukung maupun adanya anggota keluarga yang beresiko tertular. Ke depan hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi, OTG nanti rencana akan ditempatkan di satu tempat isolasi bersama,"  jelasnya.

Dedie juga memaparkan, Pemkot Bogor telah lama merencanakan untuk memanfaatkan BNN Lido, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor sebagai runag isolasi bersama. Pada prinsipnya, pihak BNN Lido telah menyepakati pemanfaatan tersebut, tetapi masih terdapat kendala yang harus diselesaikan Pemkot Bogor.

"Karena BNN Lido hanya menyiapkan fasilitas 24 bed saja tanpa tenaga medis, tanpa akomodasi, dan yang lain. Nanti perawatnya harus dari kita, kemudian makam disediakan, peralatan medis, ini harus dipersiapkan. Sambil mempersiapkan itu, akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Bogor. Demikian, pihaknya dapat mengantisipasi lonjakan Covid-19 di Kota Bogor. Tinggal kami nanti melakukan koordinasi dengan Kabupaten Bogor," paparnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir menjelaskan pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dan pihaknya akan berkonsentrasi untuk menangani pasien positif Covid-19 berat.

"Kita ini perlu meng-upgrade lagi. Kalo OTG ini sekarang masih di kita, jadi nanti mungkin akan di wisma. Sehingga turn off pasien itu bisa kita pakai untuk pasien berat," ungkap Ilham.

Ilham mengatakan, terdapat 83 pasein yang dirawat di RSUD Kota Bogor pada Selasa (1/9/2020) dari 235 pasien yang masih dalam perawatan. Sementara, kapasitas untuk pasien Covid-19 hanya berjumlah 120 kasur. Dengan tingginya penambah pasien, ia menyatakan, akan kembali menambah kapasitas untuk merawat pasein Covid-19.

"Kami menyiapkan kasur sebanyak 100 untuk jaga-jaga. Kami juga akan menambah jumlah tenaga medis untuk menangani Covid-19, RSUD Kota Bogor telah menarik tenga medis dari layanan rawat inap dan Intensive Care Unit yang sebelumnya tidak menangani Covid-19. Di RSUD Kota Bogor telah ada 400 tenga medis untuk menangani Covid-19. Jika terus memburuk, kami juga siap untuk kembali merekrut tenga medis yang dipekerjakan dengan sistem kontrak. Jadi kami menarik pegawai kontrak. Sehingga jika kondisi memburuk kami sudah siapkan pegawai ini," bebernya.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti berpendapat, tidak mempermasalahkan pemindahan kasus konfirmasi tanpa gejala dari Rumah Sakit Rujukan Covid-19 ke ruang isolasi bersama. Hanya saja, Endah meminta, Pemkot Bogor dapat memberikan fasilitas bagi mereka.

"Pemkot juga harus menyiapkan, tenaga medis untuk merawat mereka. Masak hanya nebeng saja," ujarnya. (Rizki Mauludi)