Isu Mantan Sekda Cirebon Meninggal karena Covid, Pemkab Tunggu Dinkes

Isu Mantan Sekda Cirebon Meninggal karena Covid, Pemkab Tunggu Dinkes

INILAH, Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon masih menunggu pernyataan dari Dinas Kesehatan apakah mantan Sekretaris Daerah A Zaenal Abidin Rusamsi meninggal karena Covid-19 atau tidak.

Kabag Humas Pemkab Cirebon, Nanan Abdul Manan mengatakan pihaknya belum berani memberikan keterangan resmi terkait persolan tersebut. Menurut Nanan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu pernyataan resmi Dinkes Kabupaten Cirebon.

Zaenal Abidin Rusamsi, Sekda Kabupaten Cirebon periode 2010-2013 meninggal dunia pada Rabu (2/9) malam. Almarhum yang akrab dipanggil Joni ini diduga meninggal karena terpapar Covid-19.

Dugaan tersebut sempat mencuat pada pesan berantai via aplikasi Whatsapp. Jenazah Joni, informasinya, malam itu langsung dikebumikan dengan menggunakan protokol kesehatan.

Sejauh ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon belum mengeluarkan pernyataan. Kepala Dinas Kesehatan Enny Suhaeni tak merespon ketika dihubungi lewat Whatsapp maupun telepon selulernya.

Mantan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Nanang Ruhyana, menyebutkan kabar yang beredar memang almarhum Joni terpapar Covid-19. Namun, kata Nanang, Dinas Kesehatan masih menunggu pernyataan resmi dari Rumah Sakit Mitra Plumbon.

“Pihak Dinkes masih menunggu hasil laporan resmi pihak rumah sakit. Kami belum berani memberikan keterangan resmi,” kata Nanang, Kamis (3/9/2020).

Sementara dari pesan berantai yang diduga kuat berasal dari keluarga almarhum Joni tertulis, bahwa pada 31 Agustus yang lalu, Joni masuk RS Mitra Plumbon karena gula darahnya mencapai 800. Namun kondisinya semakin kritis sehingga dipindahkan ke HCU karena kadar oksigen dalam darahnya hanya 60%.

Siangnya dokter memanggil pihak keluarga dan menyampaikan ada bercak putih pada paru-paru almarhum. Dari hasil CT Scan, dokter mengindikasikan almarhum terkena Covid-19 dan harus dipindahkan ke ruang isolasi dan tidak boleh ditunggu siapapun. (maman suharman)