Polban Lestarikan Budaya Sunda di Kampus

Polban Lestarikan Budaya Sunda di Kampus
istimewa

INILAH, Bandung - Sejumlah mahasiswa Politeknik Negeri Bandung (Polban)mencoba untuk melestarikan kebudayaan Sunda melalui UKM Kabayan yang ada di kampusnya.

Beragamnya budaya Indonesia dapat dilihat dari banyaknya tarian daerah, bahasa daerah, kesenian daerah, dan juga ritual-ritual daerah yang tentunya berbeda-beda.

Lantas bagaimana untuk melestarikan kebudayaan yang ada di daerahnya masing-masing? Tentu ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya yakni dengan bergabung di sebuah organisasi atau komunitas yang memang konsen atau bergerak di bidang kebudayaan.

Ya, Kabayan merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di kampus Polban.

UKM ini fokus pada bidang seni dan budaya yang bersifat kekeluargaan, khususnya seni dan budaya yang ada di tanah Pasundan. Di tempat ini mahasiswa bisa belajar banyak tentang kebudayaan Sunda yang mungkin saja belum mereka ketahui sebelumnya.

"Tujuan utama dari UKM Kabayan ini, karena kita tinggal di Jabar, maka kita ingin melestaraikan kebudayaan Sunda. Ini juga sebagai wadah pengembangan mahasiswa khususnya di bidang seni dan wadahnya mereka (mahasiswa) berkreasi," kata Ketua UKM Kabayan Polban Rifa Dwitama, Kamis (3/9/2020).

Rifa menyebutkan, ada tiga divisi di dalam UKM Kabayan Polban. Divisi seni tari, seni musik hingga seni teater. Mahasiswa yang memilih UKM ini dibebaskan untuk memilih salah satu divisi yang mereka inginkan.

Sesuai dengan namanya, mahasiswa yang memilih divisi seni tari, mereka akan belajar tari-tari Sunda. Tak hanya itu, mahasiswa juga akan belajar alat-alat musik tradisional, misalnya bonang, saron, kendang, angklung dan lainnya.

"Meskipun fokus belajar di tari Sunda, tapi kita juga sesekali belajar tari-tari daerah lain, hanya saja tidak terlalu sering," ujarnya.

Sementara divisi seni musik, para mahasiswa ini akan belajar seni musik tradisional yang dipadukan dengan musik modern. Mereka akan belajar mengaransemen lagu, membuat lagu dan lainnya. Divisi terakhir adalah divisi seni teater. Divisi ini mengajarkan teater kepada mahasiswanya dengan menggunakan bahasa Sunda.

"Kita tidak memiliki pelatih khusus, tapi di sini kita mengandalkan mahasiswa langsung. Setiap tahunnya pasti ada yang potensial diantara mahassiwa. Kalau soal fasilitas sudah cukup lengkap, kami punya alat-alat sound system, properti dan lainnya," paparnya.

Dia menilai, ketertarikan mahasiswa terhadap seni dan budaya yang ada di Jabar sudah cukup baik. Ini terlihat dari banyaknya anggota yang bergabung di UKM tersebut. Tak hanya itu, mahasiswa yang mengikuti UKM ini tak hanya berasal dari tanah Pasundan saja, ada pula mereka yang dari luar daerah, seperti Palembang, Jawa dan lainnya.

"Kalau saya lihat mereka cukup antusias. Mereka senang sekali berkesenian dengan teman-teman kuliahnya. Ketika kami sibuk dengan kuliah, UKM ini sebagai tempatnya untuk senang-senang," ucapnya.

Dia berharap, keberadaan UKM Kabayan Polban bisa menjadi wadah yang benar-benar bermanfaat bagi para mahasiswanya. Selain belajar seni dan budaya, UKM ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi dengan teman-teman lainnya yang berbeda jurusan. "Semoga saja bisa go internasional deh," tambahnya. (Okky Adiana)