Gugus Tugas Jabar Patroli Penggunaan Masker ke Sejumlah Desa

Gugus Tugas Jabar Patroli Penggunaan Masker ke Sejumlah Desa
Foto: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berupaya keras melakukan sosialisasi pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran tata tertib kesehatan. Hal ini dilakukan agar Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar Nomor 60 Tahun 2020 tersebut dapat ditegakkan hingga level pedesaan.

Koordinator Sub Divisi Pengawasan Massa dan Penegakan Aturan Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, selain melalui teknologi informasi pihaknya merasa perlu melakukan komunikasi dan sosialisasi melalui pola yang lain. Karena itu bersama tim Gugus Tugas yang lain membentuk program khusus untuk mendatangi warga secara langsung bernama Patroli Edukasi Masker Dilembur (Sipelem).

Dedi mengatakan, kegiatan tersebut menyasar kawasan yang dianggap rawan pelanggaran protokol kesehatan, seperti kawasan industri.

“Kita memanfaatkan teknologi informasi di media sosial, pasti. Tapi, datang langsung ke daerah-daerah pun penting. karena masih banyak yang belum tahu atau memahami mengenai aturan (denda tak memakai masker) ini,” ujar Dedi, Jumat (4/9/2020).

Dedi menyampaikan, pihaknya bakal menyasar sejumlah daerah pada pekan ini, yaitu di Kabupaten  Bandung, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, di kawasan priangan timur, program ini dilaksanakan bersama Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi di Desa Giriawas, Kabupaten Garut. Setelah itu, mereka mengunjungi Desa Banjarwangi dan Sukawangi. Kegiatan sosialisasi berakhir di Desa Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan sosialisasi yang masif, dia berharap kedisiplinan masyarakat perdesaan terapkan protokol kesehatan 3M.

"Yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan dengan sabun meningkat," katanya.

Sementara itu, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Pemerintah Provinsi Jabar sudah meluncurkan aplikasi bernama Sicaplang (Aplikasi Pencatatan Pelanggaran) agar penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran protokol kesehatan dapat berjalan optimal.

Sicaplang akan mencatat jenis dan jumlah pelanggaran yang dilakukan hingga sanksi yang diberlakukan merujuk Pergub Jabar Nomor 60 Tahun 2020. Petugas Satpol PP Jabar yang melakukan pencatatan di aplikasi ini pun sudah diberikan pelatihan. Saat menemukan pelanggar, petugas akan mencatat identitas pelanggar tersebut.

"Sosialisasi ini akan tetap dilakukan. Sekarang di wilayah Jabar bagian Timur. Selanjutnya, sosialisasi akan dilakukan di Jabar bagian Utara dan wilayah lainnya," ucapnya. (Rianto Nurdiansyah)