Robert Alberts: Jadwal Liga 1 2020 Menyiksa Persib

Robert Alberts: Jadwal Liga 1 2020 Menyiksa Persib
Foto: Media Official Persib

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts menunjukan keberatannya mengenai jadwal terbaru Liga 1 2020. Menurutnya jadwal tersebut menyiksa timnya.

Pelatih asal Belanda ini memahami tidak mudah untuk menyusun jadwal Liga 1 2020 ini. Terlebih seluruh tim diharuskan menggunakan bus sekalipun laga tandang.

"Tentunya ada kesulitan dari jadwal liga yang baru, dengan dahsyatnya perjalanan darat. Saya pribadi punya pendapat berbeda soal itu, saya tidak mendukung jadwal ini," tegas Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Jumat (4/9/2020).

Robert juga memahami banyak pihak yang tengah berusaha membuat Liga bisa berjalan dengan lancar. Bahkan Liga 1 2020 juga harus digelar tanpa penonton.

"Saya tahu orang-orang sudah berusaha untuk membuat liga ini berjalan lagi dan memikirkan banyak aspek, tapi dari jadwal ini kenapa kami harus selesai pada Februari. Itu akan membuat kompetisi berjalan terburu-buru," tuturnya.

Mestinya, lanjutnya, para pelatih dimintai masukan mengenai beberapa keputusan yang dikeluarkan. Sehingga tidak ada yang dirugikan dalam setiap keputusannya.

"Kami harus patuh terhadap peraturan dari PSSI, sayangnya kami sebagai pelatih dan orang yang paham teknis tidak diminta masukan sebagai input membuat keputusan yang diambil. Saya rasa itu tidak benar, orang-orang di lapangan seharusnya menjadi bagian besar dari pengambilan keputusan seperti jadwal liga ini," katanya.

Dari pengalamannya sebagai pelatih sepak bola, Robert merasa sepak bola Indonesia memiliki cara yang berbeda dengan negara-negara lainnya.

"Saya pernah menjadi Direktur Teknik di Malaysia dan Korea Selatan dan saya menangani ini dengan cara yang berbeda, menurut saya kami bisa memulai lagi liga ini dengan cara yang lebih baik," bebernya.

Robert mengaku sempat mengeluarkan opini mengenai Liga 1 2020. Namun kenyataannya, keputusan berbeda tetap dikeluarkan pemangku sepak bola Indonesia.

"Sejak kami tidak ditanya dan opini kami tidak didengar, sulit untuk mengubah jadwal ini. Kami harus patuh dengan dan berusaha bisa berkompromi dengan jadwal ini. Tapi bisa saya katakan, ini menyiksa bagi kami," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)