Disdamkar Garut Evakuasi Sanca dan Kobra di Pesantren Persis Rancabogo dan PKM Samarang

Disdamkar Garut Evakuasi Sanca dan Kobra di Pesantren Persis Rancabogo dan PKM Samarang
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut berhasil mengevakuasi seekor ular sanca kembang yang terjebak dalam saluran air area komplek Pesantren Persis Kampung Rancabogo RT 01 RW 04 Kelurahan Pataruman Kecamatan Tarogong Kidul. Selain itu, petugas pun mengamankan seekora ular kobra di area Puskesmas Samarang Kecamatan Samarang.

Menurut Kepala Disdamkar Aah Anwar Saefullah melalui Kepala Seksi Pelayanan Non Kebakaran Dadan Wandani, penangkapan ular sanca dan kobra di dua tempat terpisah tersebut dilakukan pada Kamis (3/9/2020) sore.
 
Penangkapan ular sanca berawal dari laporan warga tentang adanya ular memasuki gorong-gorong permukiman warga komplek Pesantren Persis Rancabogo. Ular sepanjang tiga meter itu diketahui bersembunyi di gorong-gorong hingga membuat saluran air tersebut tersumbat.

"Lima personel kami turunkan menuju lokasi, dan ular itu berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.05 WIB," kata Dadan didampingi Komandan Regu 1 Supriatna, Jumat (4/9/2020).

Diduga, ular sanca masuk saluran pembuangan air saat hujan turun. Ular masuk paralon dari selokan di belakang rumah, dan diam terjebak di dalam pipa paralon pembuangan air.

Sama halnya dengan ular sanca, penangkapan ular kobra atau ular sendok juga dilakukan bermula dari laporan warga tentang adanya ular jenis kobra bersembunyi di sisi tembok di lingkungan Puskesmas Samarang.

Guna menangkap ular berbisa tersebut, petugas sampai harus membongkar paving blok tempat ular bersembunyi.

"Temuan ular di puskesmas dan sekitarnya beberapa pekan terakhir ini sering muncul tiba-tiba di area halaman," kata Dadan.

Berkaitan seringnya temuan ular dilaporkan warga belakangan ini, Dadan mengingatkan warga agar tidak melakukan penangkapan langsung melainkan sebaiknya melaporkannya ke petugas Disdamkar. Hal itu untuk menghindari hal-hal tak diinginkan karena tidak semua warga mengetahui jenis ular berbahaya atau tidak, serta bagaimana cara menangkapnya.

"Tidak usah ditangkap! Jangan pula dibunuh! Dimonitor saja pergerakannya, dan hubungi petugas Disdamkar untuk mengevakuasinya! Orang kan banyak yang tidak tahu yang dihadapinya jenis ular apa? Jenis ular berbisa atau tidak," kata Dadan.

Guna mencegah ular memasuki rumah warga, lanjutnya, pemilik rumah agar tetap menjaga kebersihan rumah dan menaruh benda berbau menyengat atau wewangian di tiap sudut ruangan rumah, semisal karbol, atau kamper. Hal itu karena ular tidak nyaman dengan bau-bau menyengat tersebut. (Zainulmukhtar)