Menong, Kerajinan Kriya Khas Purwakarta yang Mulai Mendunia

Menong, Kerajinan Kriya Khas Purwakarta yang Mulai Mendunia
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Kabupaten Purwakarta selama ini memiliki banyak perajin andal. Misalnya, mereka yang bergelut di industri kerajinan kriya maupun seni ukir wayang golek. Khusus untuk kerajinan kriya, saat ini terpusat di Kecamatan Plered.

Adapun produk rumahan berbahan dasar tanah liat itu terdapat tiga jenis yang diciptakan. Yakni, keramik kontruksi yang terdiri dari genteng, loster, bata merah dan lain-lain. Kemudian, keramik tradisional terdiri dari pot, kendi, ulekan serta pendil. Serta, keramik hias dan fungsi salah satunya patung Menong. 

Seperti diketahui, Menong digambarkan sebagai sosok perempuan cantik. Kulitnya kuning langsat, bibirnya kecil, beralis panjang, dan di kepala terdapat mahkota menyerupai sigar. Sesuai namanya, menong Purwakarta cantik dan lucu. Apalagi, pakaiannya yang didominasi warna hitam dan merah membuat patung kecil ini nampak menggemaskan.

Saat ini, menong telah menjadi cinderamata khas Purwakarta yang bisa diperoleh di beberapa tempat penjual suvenir. Misalnya, di beberapa toko di Plered atau Galeri Menong. Harganya beragam, tergantung ukuran. Untuk menong cantik dijual per paket, namun ada pula yang dijual satuan dengan harga yang terjangkau.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengaku, pihaknya berbangga hati karena kerajinan kriya khas wilayahnya bisa terus termasyur. Bahkan, ketenarannya sudah terdengar hingga belahan benua. Misalnya, Asia Tenggara, Amerika, dan bebeberapa negara di Eropa dan Timur Tengah.

“Kami bersyukur, karena produk kerajinan kriya khas wilayah kami bisa go Internasional,” ujar Anne, akhir pekan kemarin.

Sejauh ini, pemkab berkomitmen untuk turut membantu pengembangan produk lokal tersebut. Bahkan kerajinan tangan khas ini terus didorong agar bisa menjadi salah satu andalan usaha ekonomi kerakyatan.

Menurut Anne, potensi pengembangan ekonomi kreatif di wilayahnya cukup besar. Terlebih, jika berkaca pada pertumbuhan sektor pariwisata di wilayahnya yang juga mengalami peningkatan. Menurut dia, ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan perekonomian warganya.

“Peluang pengembangan Ekonomi kreatif ini sangat besar. Apalagi kan sektor pariwisata di kita juga sedang tumbuh pesat. Nah, ini yang kami dorong supaya warga bisa menangkap peluang tersebut,” kata Anne.

Anne memiliki target, ke depan wilayahnya bisa menjadi salah satu market pariwisata di Jawa Barat. Pihaknya pun tak akan menyia-nyiakan peluang besar tersebut untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakatkanya.

Dia memastikan, berkembangnya sektor pariwisata dipastikan akan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terbukti, saat ini saja sudah banyak bermunculan ekonomi kreatif di masyarakat, dari mulai jenis kuliner hingga buah tanga 

“Alhamdulillah, sejauh ini denyut perekonomian masyarakat melalui UMKM cenderung berkembang. Makanya, tugas pemerintah sendiri bagaimana memfasilitasinya, baik dari sisi edukasi pengembangan produknya maupun dari sisi pemasaran," jelas dia.

Terkait pemasaran, sambung dia, upaya yang dilakukannya yakni dengan membantu menyiapkan outlet-outlet khusus. Salah satu bentuknya, berupa galeri menong. Galeri menong tersebut, memang sengaja disiapkan sebagai centra produk UMKM hasil buah tangan masyarakat.

“Ini menjadi centra oleh-oleh khas Purwakarta. Jadi, wisatawan atau pengunjung tak perlu bingung kalau nyari oleh-oleh. Datang saja ke Galeri Wayang,” pungkasnya. (Asep Mulyana)