Universitas Widyatama Buka Prodi S1 Perdagangan Internasional

Universitas Widyatama Buka Prodi S1 Perdagangan Internasional
istimewa

INILAH, Bandung - Universitas Widyatama (UTama) membuka program studi (prodi) baru yakni S1 Perdagangan Internasional. Pembukaan prodi tersebut sebagai bentuk kontribusi UTama mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang bisa bersaing di dunia internasional, tak hanya penguasaan bahasanya saja tetapi aspek perdagangan.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jabar dan Banten Uman Suherman mengapresiasi Yayasan Widyatama yang membuka prodi S1 Perdagangan Internasional. Prodi ini merupakan satu-satunya yang ada di wilayah LLDIKTI Wilayah IV Jabar Banten.

"Pada hari ini saya menyerahkan izin operasional Program Studi Perdagangan Internasional. Baru satu-satunya ada di Wilayah LLDIKTI Wilayah IV Jabar Banten. Ini suatu kebanggan juga bagi kami,” tuturnya, Sabtu (5/9/2020).

Menurut Uman, prodi baru itu bukan hanya pengantar bahasa internasional yang wajib dikuasai, tetapi perlu dikemas kompetensinya agar bisa berdaya saing di dunia internasional. Termasuk dengan pihak-pihak perusahaan kelas dunia. Sehingga, diharapkan lulusan Prodi Perdagangan Internasional ini nantinya bisa berkiprah di dunia internasional.

"Saya hanya memfasilitasi agar mutu Prodi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama sesuai sebagaimana yang ditetapkan. Terlebih baru-baru ini (18 Agustus 2020) Universitas Widyatama menduduki peringkat 57 perguruan terbaik negeri atau swasta di Indonesia,” kata Uman.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widyatama Djoko S Roespinoedji menambahkan pembukaan prodi baru dilatarbelakangi dunia industri yang lintas sektoral sehingga tidak hanya lulusan akuntansi untuk akuntansi. Namun, akuntansi dan sistem informasi perdagangan internasional dengan hubungan internasional saling beririsan. Ditambah dengan di era revolusi industri 4.0 semua disiplin ilmu harus bisa bercampur. Maka dari itu, program-program studi baru yang ada di Widyatama harus bisa mix dengan program lainnya.

“Prodi Perdagangan Internasional bisa menunjang ke dalam Prodi manajemen juga teknik industri. Makanya kami memilih Prodi Perdagangan Internasional untuk masuk menjadi program studi yang ada di Widyatama. Sehingga total sekarang ada 21 Prodi. Termasuk Prodi baru Perdagangan Internasional, Produksi Film dan TV serta Perpustakaan dan Sains Informasi,” kata Djoko.

Sedangkan, S2 Teknik Industri dan Program Doktoral Ilmu Manajemen dan Akuntansi, sedang dalam proses di tingkat kementerian. Rencananya, pada 2021 mendatang keluar izinnya. Yayasan Widyatama akan terus berkomitmen terhadap kemajuan dunia pendidikan, baik itu dalam skala lokal terutama skala nasional. Mencerdaskan dan melahirkan generasi-generasi unggul yang mampu bersaing di dunia internasional.

"Alhamdulillah semakin ke sini kepercayaan masyarakat terhadap kami (Universitas Widyatama) semakin meningkat. Begitu ada Prodi baru masyarakat melirik kami, satu bentuk apresiasi warga masyarakat khususnya warga Kota Bandung, di dalam interaksi dengan Universitas Widyatama,” tambah Djoko.

Sebelumnya, Universitas Widyatama dikenal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung (STIEB). Jurusan primadonanya akuntansi dan juga manajemen, seiring berjalannya waktu seluruh program studi menjadi lebih merata. Baik dari segi kualitas maupun lulusan. (Okky Adiana)