Ombudsman RI Ingatkan Potensi Tipikor ke PDAM Tirta Kahuripan 

Ombudsman RI Ingatkan Potensi Tipikor ke PDAM Tirta Kahuripan 
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Tak kunjung ada peralihan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Komplek Perumahan Sentul City oleh PDAM Tirta Kahuripan membuat Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho khawatir.

Sebab, dia beranggapan selama ini air curah atau mineral yang di jual PDAM Tirta Kahuripan ke pihak PT Sentul City atau Sukaputra Graha Cemerlang (SGC) tidak memiliki dasar hukum, hingga ada potensi hilangnya pendapatan lalu jadi potensi tindak pidana korupsi (Tipikor).

"Bagi para pejabat PDAM Tirta Kahuripan saat ini, kami berharap Direksi PDAM Tirta Kahuripan mengikuti saran dan tindakan korektif kami yaitu segera mengambil alih pengelolaan SPAM Komplek Perumahan Sentul City dari PT SGC, karena kalau tidak berarti mereka melakukan pelanggaran hukum," kata Teguh kepada wartawan, Minggu (6/9/2020).

Dia menerangkan, sesuai Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) masa transisi peralihan pengelolaan SPAM Komplek Perumahan Sentul City harusnya sudah selesai Jumat (31/7/2020) lalu karena kita sudah berikan waktu hingga setahun.

"Sesuai LAHP, masa transisi sudah selesai. Dan saat ini seharusnya pengelolaan air minum di Komplek Perumahan Sentul City  sudah di lakukan oleh PDAM Tirta Kahuripan dab sesuai dengan   dokumen yang telah diserahkan oleh Pemkab  Bogor bahwa sudah ada peralihan prasarana sarana utilitas (PSU) daei PT Sentul City ke pemerintaj daerah, maka seharusnya  peralihan pengelolaan SPAM tersebut sudah bisa dilakukan secara penuh," terangnya.

Teguh juga berpendapat, dikarenakan selama masa transisi peralihan selama satu tahun ini proses migrasi data pelanggan SPAM Komplek Perumahan Sentul City dari PT SGC ke PDAM  tidak dilakukan, maka Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor tersebut bisa melakukan pendataan mandiri dan membuka pendaftaran pelanggan baru.

Menanggapi belum dialihkannya pengelolaan SPAM Komplek Perumahan Sentul City ke PDAM Tirta Kahuripan, juru bicara Komunitas Warga Sentul City (KWSC) Deni Erliana pun berang.

Pasalnya, dalih PT SGC maupun Sentul City telah menginvestasikan Rp60 miliar untuk pipa air maupun mesin penyedot air hingga masih berhak mengelola SPAM di Komplek Perumahan Sentul City tidak benar.

"Pipa air maupun mesin penyedot atau pendorong air itu  kan bagian dari PSU yg sudah harus diserah terimakan. Karena dulu PT Sentul City janji kepada pembeli rumahnya bahwa bakal air siap minum dan ketika sentul tdk bisa penuhi sebagai gantinya dia beli air dari PDAM Tirta Kahuripan," jelas Deni.

Dia menegaskan, pihaknya akan kembali mengadukan permasalahan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Selain itu, kami juga akan laporkan perkara ini baik pidana maupun perdata," lanjutnya. (Reza Zurifwan)