Setelah Paparkan Visi Misi, Enam Calon Sekda Segera Diuji Kelayakan

Setelah Paparkan Visi Misi, Enam Calon Sekda Segera Diuji Kelayakan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Enam calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor memaparkan visi misi di gedung IPB Internasional Convention Center (IICC), Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (5/9/2020) lalu. 

Proses berjalan lancar dengan kesimpulan Panitia Seleksi (Pansel) seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) pratama semua calon fokus menunjang program Bogor Berlari yang digaungkan Bima Arya dan Dedie A Rachim. Selanjutnya enam calon sekda ini akan mengikuti uji kompetensi atau assessment di gedung BKN.

Ketua Pansel seleksi terbuka JPT Aba Subagja mengatakan, pelaksanaan berjalan lancar, semua calon Sekda Kota Bogor hadir untuk memaparkan visi dan misi dihadapan Pansel. Semua Pansel juga hadir jadi komplit semua.

"Masing-masing memiliki gaya dan cara, tetapi visi misinya intinya menunjang program Bogor Berlari yang diusung Wali Kota Bogor Bima Arya. Pansel tujuh orang hadir semua dan pesertanya juga hadir semua," ungkap Aba usai pemaparan visi misi calon.

Aba melanjutkan, masing-masing calon memiliki background yang berbeda, tentunya variatif, perspektifnya bisa beda tapi tujuannya sama. Ini bagus karena calon harus bisa kreatif, inovasi apa yang akan ditawarkan sehingga bisa menunjang visi misi Bogor Berlari tadi.

"Sekda itu posisi strategis sehingga diharapkan bisa membackup wali kota dan wakilnya," tambah Aba yang sudah tiga kali menjadi pansel lelang jabatan di Kota Bogor.

Aba menjelaskan, dalam sistem seleksi terbuka itu tidak berfikir Aparatur Sipil Negara (ASN) dari dalam atau dari luar. Dari undang-undang nomor lima tahun 2014itu ditegaskan bisa internal atau eksternal, bagian seharusnya ASN dari luar pulau Jawa juga bisa ikut. Tetapi ini hanya satu orang yang dari luar.

"Mungkin lagi pandemi Covid-19 jadi orang tidak mendaftar. Tetapi syarat menjadi sekda ini cukup khusus sehingga jarang yang bisa memenuhi syarat, minimal sudah dua kali menjabat di eselon IIb. Pengalaman juga harus teruji karena jabatan IIa tertinggi diwilayah tingkat kabupaten/kota. Mungkin harus lebih spesifik yah," jelasnya.

Aba juga mengatakan, setelah tahap ini akan dilaksankan assessment di BKN di pusat pengembangan kompetensi ASN. Assessment ini ada metode khusus yang digunakan, jadi lebih kepada kompetensi dan managerial sebetulnya. 

"Kalau asesmen itu penguji ada metodenya. Sehingga terlihat cara managerial mereka. Sekda ada fungsi koordinasi, lebih digali lagi. Untuk tahapan sesuai jadwal yang ditentukan, kalaupun ada lebih maju dan mundur tergantung situasi. Kami memenuhi pengumuman 15 hari kalender. Target kami tidak ada kekosongan begitu Ade Sarip Hidayat selesai, pak Wali Kota Bogor Bima Arya bisa menetapkan. Sudah sesuai dan lancar," pungkasnya.

Terpisah, Kabid Mutasi, Disiplin dan Kesejahteraan BKPSDM Kota Bogor Elyis Sontikasyah menuturkan, keenam peserta hingga proses pemaparan visi misi telah melalui berbagai tahapan, dan rencananya mereka masih harus mengikuti satu tahapan yakni pada Selasa 8 September 2020 melakukan wawancara serta uji kompetensi/assesmen.

"Untuk tahapan ini tim pengujinya dilakukan oleh BKN Pusat. Hal itu dilakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selama tiga hari mereka akan menjalani assessment mulai dari psikologi, wawancara dan tahap persentasi," tuturnya.

Elyis menjelaskan, asesmen yang dilakukan BKN tersebut dimaksudkan untuk menggali kompetensi masing-masing calon Sekdakot. Setelah itu ada jeda beberapa hari BKN untuk merumuskan penilaian tersebut. Tim Pansel nanti bertugas untuk mengakumulasikan nilai ke enam pesertas, dan akan diruntutkan menjadi tiga besar untuk diserahkan ke wali kota Bogor.

"Kami mentargetkan pertengahan September sudah bisa rampung, tetapi untuk mengantisipasi masukan dari gubernur atau koordinasi dengan Kemendagri sebelum akhir September sudah rampung seluruh tahapanya," terangnya. (Rizki Mauludi)